Pemilu ( Pemilihan Umum ) telah memanggil kita seluruh rakyat menyambut gembira, hak demokrasi pancasila…..dan setrusnya adalah mars pemilu pada zaman orde baru. Pemilu dari masa ke masa dengan warna dan hakekat hasil yang berbeda-beda. Pada zaman orde baru pemilu secara hakekat adalah pemilu formalitas. Bagaimana tidak, mulai dari proses pemilihan umum itu sendiri, kompisisi anggota MPR antara yang diangkat dan dipilih, sistim partai politik khususnya Golkar secara ineternal yang menempatkan Dewan Penasehat sebagai kekuasaan tertinggi bisa membatalkan Munas dan membubarkan kepengurusan dan sebagainya adalah sistim-sistim yang diciptakan agar kekuasaan akan langggeng. Tiga jalur yang memungkinkan untuk pengambil alihan kekuasaan pada zaman orde baru ditutup rapat-rapat. Jalur Politik, Jalur TNI dan jalur Birokrasi. Jalur politik diciptakanya sistim kekuasaan yang berujung pada satu titik kekuatan yakni Dewan pembina, jalur TNI sangat jelas karena Presiden adalah panglima tertinggi ( PANGTI ) sedangkan jalur birokrasi diciptakan sistim monoloyalitas………..jadi kalau tiadak hanya karena Tuhan saja kekuasaan tidak akan berubah..???? Penikmat kekuasaan yang seperti ini adalah para elit politik. dengan aksesibilitas yang besar pada aset-aset ekonomi memungkinkan para elit politik menumpuk harta dan itu syah-syah saja sepanjang tidak merusak sistim kekuasaan yang dibangun.
(lagi…)
Pemilu, Sisitim Kekuasaan dan Elit Politik.
April 16, 2009 · & Komentar
Kategori: Budaya
ASap CaiR Suatu PeluAng
April 16, 2009 · & Komentar
Pembakaran sering kali membuat pemerhati lingkungan berteriak karena akan menghasilkan gas carbon dioksida ( Co2 ) dan secara faktual memang kalau kadar berlebihan menyebabkan terganggunya saluran pernafasan atas ( Isfa ). Maksud pembakaran ini adalah pembakaran dengan menggunakan kayu bakar.
Padahal pembakaran dengan menggunakan kayu bakar atau batok kelapa akan memberikan nilai yang lebih baik secara kesehatan, ekonomi maupun lingkungan. Beberapa waktu yang lalu sebuah pabrik tahu di daerah Jakarta di grebeg dinas kepolisian karena diduga menggunkan bahan formalin dalam memproduksi tahunya agar awet alias tahan lama. Tentu saja penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan entah itu tahu, ayam potong, daging sapi, ikan dan sebagainya sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia dan penggunaan formalin ini telah dilarang keras oleh pemerintah via Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan ( POM ). Tentu produsen memerlukan zat pengganti pengawet makanan ini, yang lebih sehat, alami tanpa bahan kimia yang berbahaya. Karena memang suka tidak suka, mau tidak mau bahan-bahan makanan seperti tahu, ikan, bahkan buah-buahan yang harus dikirim ke lain daerah dan memerlukan waktu yang relatif lama memerlukan bahan pengawet. Salah satu yang memenuhi syarat untuk bahan pengawet yang alami, sehat dan tanpa bahan kimia adalah asap cair.
(lagi…)
Kategori: Lingkungan