Teguhseksiono’s Weblog

Entries categorized as ‘HUTAN’

Solusi Sosial Pembangunan HTI…………

Februari 4, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Hutan adalah asosiasi tumbuhan berkayu yang menyebabkan terciptanya iklim mikro. Hutan tanaman industi adalah pengelolaan hutan yang bertujuan produksinya untuk mensuplai industri yang terkait. Berdasarkan kelas hutannya HTI terdiri atas kelas hutan kayu perkakas, kelas hutan kayu pulp. kelas perusahaan kayu energi.
Pembangunan hutan tanaman di luar pulau Jawa diawali dengan pencanangan program timber estate tahun 1980 an, yang dalam perkembangannya menjadi Hutan tanaman industri (HTI). Hal tersebut dibangun dalam rangka meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur intensif guna memenuhi bahan baku industri kehutanan.
(lagi…)

Kategori: HUTAN

HTI, Produksi Pangan dan Alternatif lainnya.

Agustus 14, 2008 · & Komentar

Setelah carut marutnya pengelolaan hutan alam, kini bangsa Indonesia dalam pembangunan kehutannya mengharapkan lebih berkembangnya hutan tanaman industri ( HTI ). Beberapa kelas perusahaan HTI dalah untuk kayu pulp, sawn timber, rotan maupun yang bersifat hasil hutan bukan kayu ( HHBK ) seperti getah pinus, getah jelutung, kemenyan dan sebagainya. Paling menonjol saat ini di luar pulau jawa adalah HTI pulp. Karena daur pendek, jenis tanaman pioneer ( mudah tumbuh ), dan terintegrasi dengan industri. Ijin usaha HTI berupa Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri dalam Hutan Tanaman ( IUPHHK HTI dalam Hutan Tanaman ), yakni izin usaha yang diberikan untuk memanfaatkan hasil hutan berupa kayu dalam hutan tanaman pada hutan produksi melalui kegiatan penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pemasaran.

Jelaslah disini bahwa tahapan pembangunan HTI melewati penyiapan lahan ( Land Preparation ). Jika pembangunan HTI seluruh Indonesia ditargetkan 2,5 Juta hektar pertahun, maka sebesar itulah target penyiapan lahan ( land preparation )nya.

(lagi…)

Kategori: HUTAN

” No bis placent ante omnia silva dan Indonesia Merdeka “

Agustus 14, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Tujuh belas agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia…M E R D E K A……….itulah sepenggal nyanyian pada saat aubade tujuh belasan dulu sewaktu kita sekolah. Merdeka berarti berdiri diatas kaki sendiri dan menentukan nasib tanpa bergantung kepada pihak lain. Dalam arti yang lebih luas, merdeka adalah memperbaiki hidup dan kehidupan bangsa ini dengan tanpa bergantung pada orang lain. Salah satu yang menentukan perbaikan tingkat hidup adalah kehutanan. Hal ini berkait erat dengan lingkungan, ” no bis placent ante omnia silva ” tidak akan ada kehidupan tanpa ada hutan.

Hutan didefinisikan sebagai assosiasi tumbuhan berkayu yang berada pada areal yang cukup luas dan menghasilkan iklim mikro yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya. Kenapa tidak ada hutan tidak akan ada kehidupan ??? hal ini berkait erat dengan fungsi hutan. Beberapa funsi hutan yang berkitan dengan manusia secara ringkas, adalah :

(lagi…)

Kategori: HUTAN · Tak Berkategori

Jarak Tanam Optimal Acacia mangium

Juli 3, 2008 · & Komentar

Disadur dari tulisan  ” Dian Lazuardi, dengan judul asli ” Optimalisasi hasil melalui pengaturan jarak tanam HTI Acacia mangium untuk produksi kayu pulp”.

Hasil sutau bahasan dan kajian dari prosiding seminar hasil penelitian Acacia mangium yang digunakan untuk bahan baku pulp khususnya pada aspek jarak tanam didapat hasil sebagai berikut :

Riap rata-rata maksimum ( MAI/ Mean Annual Increament ), merupakan salah satu indikator tercapainya suatu kondisi pemanfaatan ruang tumbuh maksimum (full-stock) suatu tegakan. Kondisi tersebut akan semakin cepat tercapai dengan semakin rapatnya jarak tanam awal. MAI juga merupakan salah satu kriteria penentuan daur ( daur fisik ). Berdasarkan MAI tersebut jarak tanam dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Yakni : Jarak tanam rapat ( 2 x 2 m – 3 x 3 m ), Jarak tanam sedang ( 3,5 x 3,5 m – 4 x 4 m ), Jarak tanam lebar ( 5 x 5 m – 6 x 6 m ). Hasil analisis menunjukkan bahwa umur 8 tahun merupakan daur fisik optimum untuk tagakan dengan jarak tanam rapat dengan riap- masing-masing 39,5 , 39,9 , dan 33,5 ha/thn. Sedang untuk jarak tanam sedang MAI tercapai pada umur 12 tahun dengan riap 30.3 dan 21,2 M3/ha/thn.  MAI pada jarak tanam lebar akan dicapai pada 21,2 dan 17,4 m3/ha/thn. Hasil ini lebih menguatkan pendapat umum selama ini bahwa A. mangium untuk tujuan kayu pulp harus ditanam rapat dengan daur 8 tahun tanpa penjarangan. Jarak tanam lebar nampaknya hanya cocok untuk kayu pertukangan tanpa penjarangan dan jarak tanam sedang cocok untuk kayu pertukangan dengan penjarangan.

(lagi…)

Kategori: HUTAN

TATA BATAS HUTAN dan PEMBANGUNAN HTI

Juni 19, 2008 · & Komentar

Lanjutan berita HTI sebelumnya…..koran Tempo, kamis 19 juni 2008 merilis berita bisnis dengan judul ” 16 Perusahaan HTI investasi Rp. 33 Triliun “. Selanjutnya dikatakan 16 perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) telah lulus uju komitmen untuk menggarap lahan seluas 1,13 juta hektar di berbagai wilayah. Nilai investasi terbesar dipegang oleh PT. Selaras Inti Semesta ( Rp. 20 triliun ), dengan luas IUPHHK HTI seluas 250.000 Ha. Perusahaan itu akan memanfaatkan wilayah hutan sungai Biyan dan Kombe, Merauke, Papua…hal ini dikatakan oleh Direktur Bina Pengembangan Hutan Tanaman Departemen Kehutanan Bejo santosa.

(lagi…)

Kategori: HUTAN

PERUSAHAAN KOREA INVESTASI DI HTI

Juni 5, 2008 · 1 Komentar

Direktur Bina Pengelolaan Hutan Tanaman ( BPHT ), DR. Ir. Bejo Santosa baru dilantik dalam hitungan hari, sudah melakukan uji kelayakan HTI untuk dua perusahaan Korea. Masing-masing jumlah investasinya adalah 70 juta Us $ dan 100 juta US $ ( Koran Tempo, 5 juni 2008 ). Hal ini membawa angin segar. Kita selalu dijejali oleh berita-berita yang sifatnya negatif. Mulai dari ilegal loging, asap yang sampai ke negara tetangga, sampai kepada penghentian tebangan dalam jangka waktu tertentu (moratorium tebangan ) dan masih banyak lagi yang semakin menambah deretan terpuruknya pengelolaan hutan. Belum lagi kontraversi tentang penyewaan lahan kehutanan untuk tujuan non kehutanan ( PP no 02 tahun 2008 ).

(lagi…)

Kategori: HUTAN

PERDAGANGAN KAYU TROPIS DAN RIMBAWAN KITA

Mei 26, 2008 · 1 Komentar

 

Kita hari ini jumat tanggal 9 mei 2008, terbelalak oleh berita di salah satu media cetak harian dengan judul “ Waspadai Perdagangan Kayu Tropis Dunia “, yang membuat tercengang bukan judulnya tetapi data-data yang sangat “nggegirisi” data-data yang lansir oleh Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Efendi mengungkapkan, dari data Food and Agriculture Organization ( FAO ), tahun 2004-2007, “ Malaysia adalah pengekport kayu bulat tropis ( log ) terbesar didunia. Rata-rata ekspor kayu itu diatas 5 Juta meter kubik (m3) pertahun atau totalnya 20 juta M3 .”

(lagi…)

Kategori: HUTAN

HTI QUO VADIS

Mei 26, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

 

Isu lingkungan, isu deforestasi, isu ilegal loging sangat marak dewasa ini. Hampir seluruh head line media cetak maupun elektronik memuat hal tersebut. Manusia decekam oleh fenomena global worming. Suhu bumi yang terus meningkat karena efek rumah kaca, menipisnya ozon, penambahan terus menerus gas carbon dioksida ( CO2 ). Indonesia salah satu pemilik tropical rain forest menjadi sorotan dunia. Langkah-langkah masyarakat dunia telah bereaksi dan mengambil langkah-langkah antara lain dengan menerapkan eco labelling, sertifikat hutan lestari dan sebagainya. Tetapi semua itu masih belum mendapatkan hasil yang signikan.

 

Pemerintah dalam rangka reforestasi atau reboisasi melemparkan program GERHAN ( Gerakan Penanaman Lahan ) yang mengeluarkan kocek anggaran departemen kehutanan yang tidak sedikit. Sistimnya diperbaiki dibanding proyek reboisasi yang lalu. Mulai operatornya, sisitim manajemennya sampai pada teknis pelaksanaanya. Program yang telah 4 tahun berjalan, perlu dievaluasi lagi. Apakah cukup efektif seperti yang direncanakan. Karena penilaian hanya pada tahapan awal.  Yakni keberhasilan dari prosentase tumbuh tanaman. Selanjutnya belum jelas…..apakah ditengah jalan kebakaran, hama penyakit, tidak terpelihara, semua diserahkan pada masyarakat dan tidak ada evaluasi lanjutan.

 

(lagi…)

Kategori: HUTAN

Hutan Tanaman Industri Solusi Kehutanan Masa Depan

Februari 23, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Akhir-akhir ini diRiau sangat marak berita di mass media tentang illegal loging. Semua memberi komentar tentang illegal loging tidak terkecuali pemimpin negeri ini pun memberikan tanggapannya. Masalahnya adalah kita sering kurang proporsional. Selalu ekstrem ke salah satu posisi. Pada saat ” awan dunia ” pada posisi lingkungan dengan instrumen “global warmingnya” semua akan bicara tentang lingkungan, pohon, hutan. Akhirnya akan bicara tentang stop penebangan tanpa melihat esensi masalah yang sebenarnya.

Kenapa kita tidak proporsional melihat sesuatu? selain aspek lingkungan, masih banyak aspek-aspek yang lain yang perlu dilihat, dikaji dan dipertimbangkan. Misal aspek ekonomi, sosial dan sisi kesejahteraan rakyat.

Bagaimana membangun hutan yang produktif dan lestari, serta menyokong fungsi lingkungan dengan ” global warmingnya “. Banyak sistim manajemen hutan yang bisa digunakan untuk mencapai visi, missi dan sasaran diatas.  

Hutan Tanaman Industri dengan sistim silvikultur THPB ( Tebang Habis Dengan Permudaan Buatan ) merupakan salah satu sistim yang bisa mengemban visi, misi dan sasaran diatas. Kenapa ?

Kalau kita bicara HTI yang lebih spesific peruntukannya adalah sebagai bahan baku pulp.  Selama ini negara yang lebih maju pengelolaan hutan untuk bahan baku pulp adalah negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.  Padahal di negara-negara tersebut mengalami empat (4 ) musim. Sehingga umumnya jenis species yang digunakan adalah yang berdaun jarum ( Conifer ).  Species tersebut akan dorman (stop pertumbuhan ) pada musim dingin dan gugur. Dengan demikian MAI ( Mean Annual Increament ) maupun CAI ( Current Annual Increament ) akan lenih rendah dari negara-negara tropis seperti Indonesia. Apalagi curah hujan sebagian negara Indonesia termasuk type iklim A ( menurut scmith & Ferguson ). Berarti secara ”competitive advantage” negara-negara tropis jauh lebih unggul dan efisien. Kekalahan kita hanya pada politik global.

Dengan cepatnya pertumbuhan HTI pulp di Indonesia pangsa pasar pulp dunia mulai terjadi kompetisi yang lebih ketat. Sehingga isue-isue mulai dilemparkan oleh negara-negara yang merasa tersaingi. Isue mengenai dumping kayu BBS ( Bahan Baku serpih ) sampai pada isue lingkungan dengan menggunakan jargon illegal loggingnya.

Jangan-jangan ramai-ramai di Riau ada pesan sponsornya ya??? hanya Allah yang tahu. Sekian dulu ya……………………………………………… 

    

Kategori: HUTAN