Teguhseksiono’s Weblog

Entries categorized as ‘Lingkungan’

ASap CaiR Suatu PeluAng

April 16, 2009 · & Komentar

Pembakaran sering kali membuat pemerhati lingkungan berteriak karena akan menghasilkan gas carbon dioksida ( Co2 ) dan secara faktual memang kalau kadar berlebihan menyebabkan terganggunya saluran pernafasan atas ( Isfa ). Maksud pembakaran ini adalah pembakaran dengan menggunakan kayu bakar.

Padahal pembakaran dengan menggunakan kayu bakar atau batok kelapa akan memberikan nilai yang lebih baik secara  kesehatan, ekonomi maupun lingkungan.  Beberapa waktu yang lalu sebuah pabrik tahu di daerah Jakarta di grebeg dinas kepolisian karena diduga menggunkan bahan formalin dalam memproduksi tahunya agar awet alias tahan lama. Tentu saja penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan entah itu tahu, ayam potong, daging sapi, ikan dan sebagainya sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia dan penggunaan formalin ini telah dilarang keras oleh pemerintah via Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan ( POM ).  Tentu produsen memerlukan zat pengganti pengawet makanan ini, yang lebih sehat, alami tanpa bahan kimia yang berbahaya. Karena memang suka tidak suka, mau tidak mau bahan-bahan makanan seperti tahu, ikan, bahkan buah-buahan yang harus dikirim ke lain daerah dan memerlukan waktu yang relatif lama memerlukan bahan pengawet. Salah satu yang memenuhi syarat untuk bahan pengawet yang alami, sehat dan tanpa bahan kimia adalah asap cair.
(lagi…)

Kategori: Lingkungan

Egoisme Negara2 Industri…………….

Juli 15, 2008 · 1 Komentar

Isu lingkungan seperti global worming, emisi karbon, sampai kepada sampah yang tidak bisa didaur ulang meramaikan isu jagat alam raya ini. Negara-negara yang ” masih ” menyimpan hutan seperti Brazil, Indonesia terus diawasi oleh dunia agar hutannya bisa memberikan sebanyak-banyaknya oksigen bagi dunia ini. Diterapkanlah strategi politis seperti ” eco labeling, Sertifikat Pengelolaan Hutan Lestari, dan sebagainya ” agar mengurangi deforestasi. Tujuannya semua sama agar lingkungan hidup terus terjaga dengan adanya keseimbangan produksi oksigen ( O2 ).

(lagi…)

Kategori: Lingkungan

Tambang dan Hutan…mana prioritas?????

Juni 20, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Salah satu judul terbitan koran Tempo hari ini ” Pengusaha Tambang dipungli Pemegang HPH “, Jumat, 20 Juni 2008. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral Simon F Sembiring mengaku mendapat laporan dari pengusaha pertambangan yang merasa dikenai pungutan oleh pemegang Hak Pengusahaan Hutan ( HPH ) di Kalimantan Tengah. Hal ini telah dilaporkan ke Departemen Kehutanan dan telah dimusyawarahkan dengan Asosiasi Pengusaha Hutan ( APHI )” Tapi tak ada tanggapan dari menteri. Hasil musyawarah juga nihil ” demikian statemen pak Dirjen yang dilansir oleh koran tersebut.

(lagi…)

Kategori: Lingkungan

ASAP dan BUDAYA ” CARA BERBUDI DAYA “

Juni 12, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Menjelang bulan kering seperti ini, ancaman polusi udara untuk daerah-daerah Sumatera dan Kalimantan mulai mengancam. Bahkan cakupan polusi tersebut telah sampai ke negeri jiran Malesia dan Singapura. Rakyat mereka dibikin sesak nafas dan pada sakit saluran nafas atas ( alias radang tenggorokan )……upaya prefentif dan kuratif telah dilakukan tetapi yang namanya asap kok ya tidak kapok-kapok selalu nongol. La wong beberapa hari lalu saja terpaksa penerbangan di bandara Supadio Pontianak dihentikan total karena jarak pandang yang kurang memenuhi syarat minimal, terhalang oleh asap.

Pemerintah sebagai regulator telah memasang jerat-jerat hukum. Pengusaha yang sedang membuka lahan ( land clearing ) dituding sebagai biangnya. Maka diancam dengan hukuman yang berat ( berdasarkan undang-undang lingkungan hidup ). Belum lagi kalau sempat terjadi merupakan makanan empuk bagi “pemeras-pemeras”. Upaya kuratif dibentulah SATGASDAMKARHUT ( Satuan Tugas Pemadam Kebakaran Hutan ) disetiap daerah untuk memadamkan api. Bahkan pasukan penjinak api dari negeri jiran banyak berdatangan untuk maksud serupa. Tapi sekali lagi kok asap tidak kapok-kapok….selalu penuh melayang layang diudara sehingga pandangan gelap, nafas sesak, matahari merah bahkan tidak kelihatan pokoknya serba tidak nyaman (lagi…)

Kategori: Lingkungan

BUMI MENJERIT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Februari 25, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Saham bumi pada manusia sesungguhnya mayoritas, ( kalau itu diistilahkan pada Perusahaan ).  Sudah seharusnya manusia mempunyai kewajiban memberikan deviden ( keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham) kepada bumi. Betapa besar kontribusi bumi pada kehidupan manusia, hampir tidak terhitung. Mulai sebagai tempat berpijak, tempat menumbuhkan kebutuhan-kebutuhan manusia untuk keperluan metabolisme, gravitasinya memungkinkan manusia tidak terlempar keruang angkasa, mineral yang dikeduk manusia, dan masih banyak lagi, tidak terhitung………………………..

Kalau bumi sebagai pemilik saham mayoritas kehidupan manusia, apa deviden  yang diberikan manusia kepada bumi ???? selain terus memperkosanya, menyakitinya, dan membuat dia sedih dan menderita. Betapa “absurdnya” tindakan manusia itu, ” air susu dibalas dengan air tuba “.

Kalau kita mengenal manajemen hutan jati, khusunya di jawa akan menjumpai istilah yang namanya ”bonita”, yakni suatu indikator untuk standarisasi kesuburan dalam suatu unit manajemen hutan terkecil ( petak/anak petak ). Ternyata kenyataan dilapangan sudah jauh dari standart tersebut. Akibatnya SDH ( Sumber Daya Hutan ) semakin menurun. Hal tersebut karena pengelola hanya menitik beratkan pada produktifitas, produktifitas, produktifitas karena demi memenuhi target.

Penggunaan pupuk kimia ( an, Organik ) selain meningkatkan kadar keasaman tanah juga tidak memperbaiki struktur tanah. Akibatnya terjadi degradasi kesuburan yang luar biasa. 

Eksploitasi tambang yang saat ini sedang ramai-ramainya. Tidak saja menurunkan kesuburan bahkan perusakan yang luar biasa. Lubang-lubang yang menganga, sana-sini menjadi danau-danau kecil karena kemampatan aerase tanah. Sungguh meninggalkan rasa perih yang tidak terhingga.

Bukit yang terjal yang mestinya diteras sering dan ditanami pohon-pohon berkayu yang berakar dalam agar mampu sebagai “catchmen area”, banyak ditanami sayur-sayuran yang tidak mampu mencegah erodibilitas tanah. akibatnya erosi bahkan longsor……………korbannya manusia juga………………………….

Telah habis kali kesabaran bumi, isak tangis dan teriakan ngilu bumi tidak terdengar oleh manusia yang serakah dan pongah. Hati atau qolbunya mampat. Memang sih hanya orang yang hatinya bening yang mampu mendengar teriakan-teriakan bumi. Buki juga senantiasa bertasbih mensucikan namaNYA, memujiNYA dan membesarkaNYA. Hei manusia engkau dimana ????????????

   

Kategori: Lingkungan