Mbah Sastro Menggugat !!!!!!!!!

Sedang enak-enaknya nongkrong di warung kopi, tiba-tiba sekelbat bayangan putih datang dan mengucap salam, ternyata yang datang mbah Sastro. Apa kabar mbah? sapaku. Sedih, kecewa, jengkel alias mangkel. Lo ada apa tho? aku pengin tahu.

Setiap jumat masjid penuh, tiap tahun kita memberangkatkan haji sampai kuota  yang 200.000 ( dua ratus ribu ) dari Arab Saudi tidak cukup. Tapi kok moral masyarakat ini kok tidak beranjak lebih baik. Coba untuk training ini menghabiskan berapa banyak duit. Kalau dihitung tiap jamaah haji plus segala macemnya mengahabiskan  tiga puluh juta rupiah ( Rp. 30.000.000) kali 200.000 orang maka akan habis 6 trilyun. Wah ngitung uangnya mungkin semalam nggak selesai. Itu pertahun lo. Kalau 20 tahun terus berapa?

Harusnya terjadi revolusi moral secara besar-besaran. Tidak hanya evolusi tapi ” REVOLUSI  MORAL “. Ini terjadi karena pemisahan antara dunia dan akherat. Sholat mah sholat tetapi maksiat jalan terus. Haji mah haji tetapi korupsi tidak pernah henti. Padahal Sholat, Zakat, Haji dan ibadah ritual lainnya adalah sarana training yang out putnya adalah moral alias akhlaqul karimah. Bukankah agama ini diturunkan untuk memperbaiki akhlak?

Coba kalau bener-bener mendirikan sholat pasti out putnya adalah  tercegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, disiplin, ulet, kerja keras, punya visi dan misi ke depan. Maksydnya ? aku minta dijelaskan lebih detail. Coba sholat 5 waktu yang sudah ditentukan waktu-waktunya, harus bersih, harus urut dan tertib sesuai rukun dan wajib sholat. Pasti orang yang mendirikan sholat pasti orang yang disiplin ( waktu ), 5 kali sehari ( kerja keras ), terus menerus ( ulet ). 

Kita harusnya tidak kalah dengan disiplin “boshido”nya orang jepang. Belum lagi haji….padahal salah satu yang ditekankan sebelum berhaji lihat tetanggamu yang berjarak 40 rumah. Apakah sudah kenyang ” tidak kurang beras “, anaknya sudah bayar SPP atau belum ( Maksudnya apa kuat bayar SPP ), dan sebagainya. Pokoknya menekankan sisi sosial.  Bahkan sering kita dengar ” ini haji kami yang ke sepuluh ” padahal dikanan dan kiri rumahnya ada tangisan anak yang kelaparan karena orang tuanya belum beli beras…….  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s