Dialog Imajiner antara Mbah Sastro & Kiai Juned

Malam itu nampak hening aku sedang termangu diteras beranda depan rumah, semilir angin sepoi udara pegunungan gunung Salak seakan menyapaku dan mengucapkan salam, tiba-tiba dikanan kiriku sret…………dua orang makhluk hidup berupa manusia aneh, misterius kadang-kadang ngedap-ngedapi yakni mbah Sastro dan Kiai Juned.

Setelah shlolat begini mbah Sastro merasakan  apa ya mbah ?tiba-tiba kiai Juned membuka percakapan. We lha yo merasakan , bebas lepas tidak ada beban dan berharap ibadahku diterima dan diberikan pahala yakni berupa surga dan diajuhkan dari api neraka. ” Oh jadi sholat mbah Sastro terasa sebuah kewajiban gitu, kalau udah sholat rasanya enteng alias ringan tidak ada beban, terus ada harapan masuk surga gitu ” kiai Juned menoba menekankan kembali jawaban mbah Sastro. Jadi ibadah mbah Sastro seperti ibadahnya para buruh, yakni bebas kalau sudah melakukan kewajiban dan sekaligus seperti pedagang alias berjual beli dengan Allah, minta pahala dan surga dari ibadah kita. Lantas seperti apa? la wong jelas di Alquran begitu kok. Ayak-ayak wae…kata mbah Sastro. Tambah bingung aku. Yakin yang mana?entahlah…..tiba-tiba aku kaget mendengar suara  kiai Juned sedikit meninggi. ” itulah kalau mempelajari sesuatu apalagi alquran sebatas kulit tidak sampai dalam hakekat ( meminjam istilah filsafat sampai radixnya ). Untuk apa sih sholat ? emang kalau kita tidak sholat Allah rugi, sedih, maka kalau kita sholat akan dikasih hadiah berupa pahala dan sorga, dan sebaliknya kalau kita tidak sholat akan dihukum. Emang Allah maha penghukum dan pendendam……….Wah tambah bingung aku………..” itu semua merupakan gambaran salah. Menggambarakan Allah dengan serupa makhluk…..tidak-tidak……tidak begitu,  kiai Juned terus kayak peluru M16 ditembakkan tidak ada jeda sedikitpun. Terus apa dong kegunaan sholat. Betul sholat sarana untuk mengingat Allah tetapi sesungguhnya mengingat Allah itu tidak hanya pas sholat tapi any time sepanjang jantung kita berdetak kita senantiasa harus mengingat Allah. ” dan ingatlah Tuhanmu baik dikala pagi dan petang “. Kalau sudah setiap saat kita diharuskan mengingat, terus sholat bagian dari setiap saat itu. Jadi fungsi mengingat hakekatnya udah hilang. Banyak sekali makna dan kegunaan sholat tapi kalau diperas adalah sebagai perwujudan rasa syukur makhluk kepada khaliknya. Makna syukur harus diartikan secara luas. Manusia yang terdiri antara ruh dan empat unsur angin, api, air, dan bumi yang sejatinya adalah adam. Hilang salah satu unsur maka meninggallah manusia itu. Berpisahnya ruh dan raganya (kurungannya). Keberadaan empat unsur tersbut wajib disyukuri keberadaanya.

Sampean ingetkah waktu membaca takhiyat dalam sholat………kata kiai Juned. Kalau diartikan secara luas salah satu potongannya adalah keselamatan kepada para nabi dan mudah mudahan Allah memberikan kebaikan dan keberkahan, dan keselamatan mudah-nudahan tercurah kepada para ahli ibadah dan sholih. Adakah telaahan kritis disitu ? tanya kiai Juned. Mbah Satro dengan manggut-manggut mencoba menjawab sekenanya ” iya ya kok kita disuruh oleh Allah mendoakan para Nabi dan Ahli Ibadah. Padahal Nabi sudah ada jaminan dari Allah, begitu pula para ahli ibadah dan sholih pasti mendapatkan posisi yang tinggi di hadapan Allah. Absurd, membingungkan……sementara kita ini siapa ?? ….kok disuruh mendoakan…………………tetapi pasti Allah punya maksud dan tidak sia-sia…..ada apa maksud Allah menyuruh demikian ???

Mbah Sastro dan kiai Juned sama-sama tercenung seakan sedang berfikir keras untuk mengungkap misteri……tiba-tiba kiai Juned tersentak dan penuh semangat menjelaskan……begini katanya selain raga manusia juga punya ruh. ” Ruh yang berupa Nurullah dan Nur Muhammad (god spotnya teori ESQ Ari Ginanjar ) akan selalu mengajak kebaikan sementara ada nafs ( syaithon ) yang selalu mengajak kepada keburukan. Pada hakekatnya doa kita tadi adalah mendoakan sisi baik kita. Agar kita dalam menghadapi sisi buruk kita. Jadi tetap pada initinya sholat berefek posistif untuk diri kita sebagai wujud ridho Allah dan sebagai rasa syukur kita. Badan kita hakekatnya alquran yang berjalan. Paslah kiranya ” kenalilah dirimu maka engkau akan mengenal Tuhanmu “. Tiba-tabu aku terbangun dan dua tadi…mbah Sastro dan kiai Juned kok tidak ada mimpi aku ya…………………………………sambil mengingat mimipi-mimpi tadi……Bogor,  dalam kesunnyian malam…………………………………………………………………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s