BBM, BLT DAN INDONESIA

BBM ( Bahan Bakar Minyak ) adalah energi yang berasal  dari fosil yang bersifat irreversible resourchis. Jadi betul-betul hanya bergantung pada keberadaan sumber daya tersebut. Dalam arti cadangan yang disiapkan Tuhan di alam ini. Sementara secara umum umat manusia sangat bergantung kepada sumber daya ini. Bahkan bisa dikatakan tidak bisa hidup tanpa energi yang dihasilkan dari sumber daya alam ini. Karena hampir seluruh aspek kehidupannya menggunakan energi ini.

Tentu saja dalam kondisi demikian keberadaan energi ini sangat sensitif terhadap komunitas manusia baik ditinjau dari aspek pilitik dan ekonomi. Sementara sampai dengan saat ini energi yang dapat diperbaharui belum juga secara signifikan menggantikan energi yang berasal dari fosil. Padahal energi yang berasal dari fosil berefek negatif terhadap bumi secara global karena sifatnya yang melepaskan carbon ( gas emisi carbon ) yang sebelumnya terikat diperut bumi, Akibatnya terjadinya peningkatan suhu ( alias global warming/ efek dari rumah kaca ).

Dalam dunia yang global ini memaksa suatu negara harus mengikuti pasar global, kalau tidak maka akan terkucilkan dari pergaulan internasional. Artinya sebuah negara terikat aturan-aturan global. Hanya masalahnya adalah apakah aturan global tersebut pas alias cocok untuk diterapkan dalam setiap negara. Artinya negara tidak sepenuhnya independen dalam menentukan suatu polecy. Termasuk dalam pengaturan subsidi BBM ( Minimal acuan harga standar selalu mengacu pada harga di New York). Nah masalah harga BBM dalam negeri ini msih salang sengkarut alias amburadul. Masing-masing pihak menggunakan sebagai alat politis. Ada sementara pihak yang mengatakan harga pokok produksi premium itu hanya Rp. 630 perliter ( Kwiek Kian Gie  dalam acara “debat” di stasiun TV One tgl 28 Mei Malam ) sementara dijual dengan harga Rp. 4500,-. Nah mestinya tidak usah menaikkan BBM dong. Karena toh harga real masih dibawah harga pasar dalam negeri Indonesia. Sementara satu pihak mengatakan dengan harga minyak $135?barrel saat ini kalau tidak dinaikkan akan menyebabkan subsidi minyak menjadi 120 Triliun, wah….sementara APBN akan terjadi defisit yang besar. Untuk menutup itu harus ditutup oleh hutang. Ini sangat berbahaya………….nah mana yang benar???

Tetapi apapun idealnya faktanya BBM sudah dinaikkan dan demo-demo mahasiswa masih terus berlanjut. Sementara efek ” bola salju” terhadap kenaikan harga terus menggelinding mulai sektor transportasi, bahan pokok, perumahan dan hampir seluruh sektor akan terkena imbasnya. Bagi masyarakat yang berpendapatan rendah akan sangat terpukul karena nilai uangnya akan turun. Bahkan menurut koran tempo hari ini tanggal 29 Mei 2008, akibat kenaikan harga BBM akan meningkatkan orang miskin sebesar 4,5 Juta Jiwa. Total orang miskin diperkirakan 41,7 Juta jiwa atau 21,92 % dari total jumlah penduduk. Bahkan menurut Adi Wijaya Pusat Penelitian Ekonomi LIPI yang disadur tempo mengatakan bahwa tanpa bantuan BLT ( Bantuan Langsung Tunai ) jumlah orang miskin akan melonjak 16,5 Juta jiwa menjadi 53,7 juta jiwa. Suatu jumlah yang luar biasa dinegara yang selalu didengang dengungkan sebagai zamrud katulistiwa, subur tanpo kinandur makmur tata tentrem kerto raharjo, bahkan ada yang bilang “penggalan surga”. Tetapi rakyat yang miskin ( mempunyai penghasilan dibawah $1 per hari ) demikian besar. Apa yang salah ya….???????

Jadi jelaslah bahwa ribut-ribut kenaikkan BBM dan BLT akar permasalahan adalah tingkat ekonomi masyarakat ( indonesia ) yang masih rendah. Coba lihat statistik yang dikeluarkan oleh BANK DUNIA : Badan Pembangunan PBB ( UNDP ) yang dilansir oleh Koran Tempo Indonesia pendapatan perkapita tahun 2006 : 3310 US$. Peringkat pembangunan manusia 107. Thailand pendapatan perkapita tahun 2006 : 74440 US$. Peringkat pembangunan manusia 78. Malaysia pendapatan perkapita 12.160 US$. Peringkat pembangunan manusia adalah 63. Sedangkan Singapura pendapatan perkapita adalah 33.300 US$ dengan peringkat pembangunan manusia adalah 25.

Dari statistik diatas bisa digambarkan betapa kita jauh tertinggal oleh negara-negara serumpun. Apalagi jika dibandigkan dengan negara-negara Eropa wah…..jauuuh. Berarti yang salah adalah dalam ” Pembangunan Manusia “. Hal ini yang paling mneyedihkan adalah secara umum kita tidak menyadari kelemahan-kelemahan kita. Padahal apapun yang tidak menyadari kelemahan diri maka tunggulah saat kehancurannya. Kareana tidak akan ada perbaikan. Kalaupun ada akan sangat lambat. Jangan sampai kita chouvinistic sementara secara real kita jauh ketinggalan.

Kehidupan adalah kompetisi, mulai dari individu, keluarga, masyarakat, daerah, bahkan negara. Apalagi dalam dunia global seperti sekarang ini. Dimana negara hampir tanpa sekat. Arus informasi dan budaya yang tidak bisa dibatasi. Hanya satu jawabannya ” apakah kita membekali diri dengan cukup agar kita bisa berkompetisi dalam segala bidang dengan yang lain. Andai di Singapura BBM naik 100 % terhadap warganya yang berpendapatan perkapita 33.300 US $ tidak akan berpengaruh hatta disana juga tidak perlu BLT. Kalaupun ada penduduk yang masuk kriteria miskin adalah exeption, bukan massal sifatnya. Bandingkan kalau kita harus menaikkan harga BBM 100 % apa yang akan terjadi??? hanya Tuhan yang tahu.

Jadi jelaslah bahwa kegagalan negara ini sampai dengan saat ini yang sudah 100 tahun kebangkitan nasional, sudah lebih dari 1/2 abad kemerdekaan, dan telah genap 10 tahun reformasi tetapi belum mampu membawa kemakmuran dalam keadilan bagi bangsa ini. Entah kapan???? adakah yang tahu????

2 responses to “BBM, BLT DAN INDONESIA

  1. teguh seksiono djoezar

    Minyak memang licin ya…dan Berat jenisnya berbeda dengan air………..Blue energi………..harapan…….atau…….masih impian.

  2. makasih yach sudah membantu tugas saya dengan memberikan informasi yang lengkap ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s