PERUSAHAAN KOREA INVESTASI DI HTI

Direktur Bina Pengelolaan Hutan Tanaman ( BPHT ), DR. Ir. Bejo Santosa baru dilantik dalam hitungan hari, sudah melakukan uji kelayakan HTI untuk dua perusahaan Korea. Masing-masing jumlah investasinya adalah 70 juta Us $ dan 100 juta US $ ( Koran Tempo, 5 juni 2008 ). Hal ini membawa angin segar. Kita selalu dijejali oleh berita-berita yang sifatnya negatif. Mulai dari ilegal loging, asap yang sampai ke negara tetangga, sampai kepada penghentian tebangan dalam jangka waktu tertentu (moratorium tebangan ) dan masih banyak lagi yang semakin menambah deretan terpuruknya pengelolaan hutan. Belum lagi kontraversi tentang penyewaan lahan kehutanan untuk tujuan non kehutanan ( PP no 02 tahun 2008 ).

Dalam pembangunan kehutanan akhir-akhir ini memang sangat memprihatinkan, banyaknya industri kehutanan yang tutup karena kekurangan bahan baku ( baca perdagangan kayu tropis dunia by Teguh Seksiono, mei 2008 ). Adanya berita yang positif ini diharapkan mampu meletakkan kembali fungsi kehutanan dalam rangka pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia. Hal ini disebabkan investasi di bidang kehutanan khususnya HTI bersifat jangka panjang ( long term investation ), padat karya, cakupan lingkup di daerah pedesaan ( areal hutan ) dan sebagainya. Investasi HTI ini sangat berbeda dibanding investasi dibidang telekomunikasi ( informasi teknologi ). Karena investasi dibidang informasi teknologi bersifat padat modal, hanya di kota-kota besar saja. Sehingga multiplier effecnyapun akan sangat berbeda. Sementara kalau kita lihat investasi asing yang menurut release BKPM ( Badan Koordinasi Penanaman Modal ) sampai bulan mei 2008 naik 105 % dan didominasi oleh sektor informasi teknologi.

Invetasi di bidang HTI ini seharusnya kita sambut dan support baik oleh pemerintah pusat cq Departemen Kehutanan, maupun pemerintah daerah cq Dinas Kehutanan. Karena investor yang mau dan mampu berinvestasi dibidang HTI dihadapkan pada resiko yang tidak kecil. Khususnya adalah masalah lahan. Kepastian hukum masalah lahan ini sangat sumir. Karena lahan HTI adalah secara hukum berada pada kawasan hutan baik dalam peruntukan hutan produksi tetap maupun hutan produksi terbatas ( HP dan atau HPT ). Akan tetapi meskipun dalam kawasan hutan negara ( HP/HPT ) ternyata banyak desa-desa yang bersifat definitif. Artinya secara hukum mereka sah-sah saja menempati kawasan tersebut bahkan tanah=tanah mereka ada yang bersertifikat atau paling tidak ada yang suda mendapatkan Surat Keterangan Tanah ( SKT ) yang dikeluarkan oleh pejabat daerah setempat. Lebih celaka lagi batas kepemilikan antara tanah milik masyarakat dan kawasan hutan tidak jelas. Hal ini yang menyebabkan konflik yang berkepanjangan antara investor dengan masarakat setempat.  Akibatnya perencanaan yang sudah dibikin seiring investasi yang direncanakan progressnya jauh dibawah. 

 Seorang pengusaha yang dilihat paling dominan adalah peluangnya ( opprtunity ). Meskipun harus dihadang oleh resiko yang besar tetapi peluang yang besarlah pengusaha masih cukup interest untuk terjun dibisnis HTI. Seperti halnya investor asing dari Korea ini, PT. Inni Joa dan PT. Tai Young Engreen yang rencananya mendapatkan 20 s/d 30 ribu hektar yang akan ditanami karet dan kayu unggulan lainnya. Sedangkan PT. Tai Young Engrren akan menanam HTI pulp and paper. Selain dua perusahaan tersebut masih menunggu 60 perusahaan yang mengajukan izin HTI dengan luas 3,4 juta hektar.

Kalau kita bicara HTI pulp saja yang tanaman pokoknya acacia mangium dapat dianalisa secara kasar sebagai berikut :

Biaya Total HTI/Ha   :      Rp. 10.000.000.

Produksi Kayu          :      ( 7 tahun x 30M3/thn x 0,9 ( fkoreksi)= 189 M3/Ha/Daur.

Nialai saat ini          :      Rp. 312.800 ( 34 US $ ) x 189 M3 = Rp. 59.119.200,-

Jika dihitung biaya bunga : Rp. 10.000.000 x ( 1+(0,14% x 7 tahun )= Rp. 19.800.000,-

Selanjutnya hitunglah sendiri………………………………………

HTI merupakan lahan usaha yang masih menjanjikan dan mempunyai daya competitif dan comparatif advanted. Dengan demikian dalam dekade mendatang diharapkan kehutanan akan menyumbang ekonomi khususnya devisa yang cukup signifikan seperti dekade-dekade sebelumnya. Untuk menuju hal itu perlunya ditingkatkan kinerja dari pihak-pihak yang terkait.

 

 

2 responses to “PERUSAHAAN KOREA INVESTASI DI HTI

  1. Waah…patut didukung ni upaya Dephut menarik Investor asing seperti ini…supaya iklim berusaha HTI yang saat ini lesu kembali bergairah…Tapi tentunya perlu didukung dengan kemudahan birokrasi perijinan yaa…khususnya di tingkat daerah…gitu loh…
    Salut to pak teguh…menyajikan informasi terkini lengkap…dan berguna…

  2. Ini infromasi yang bermanfaat, karena HTI kalau dikelola secara benar, profesional, dan melibatkan masyarakat sekitranya, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di daerah. Pemerintah daerah harus memanfaatkan peluang ini, dengan catatan, pemda dan pengusaha tidak curang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s