Jarak Tanam Optimal Acacia mangium

Disadur dari tulisan  ” Dian Lazuardi, dengan judul asli ” Optimalisasi hasil melalui pengaturan jarak tanam HTI Acacia mangium untuk produksi kayu pulp”.

Hasil sutau bahasan dan kajian dari prosiding seminar hasil penelitian Acacia mangium yang digunakan untuk bahan baku pulp khususnya pada aspek jarak tanam didapat hasil sebagai berikut :

Riap rata-rata maksimum ( MAI/ Mean Annual Increament ), merupakan salah satu indikator tercapainya suatu kondisi pemanfaatan ruang tumbuh maksimum (full-stock) suatu tegakan. Kondisi tersebut akan semakin cepat tercapai dengan semakin rapatnya jarak tanam awal. MAI juga merupakan salah satu kriteria penentuan daur ( daur fisik ). Berdasarkan MAI tersebut jarak tanam dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Yakni : Jarak tanam rapat ( 2 x 2 m – 3 x 3 m ), Jarak tanam sedang ( 3,5 x 3,5 m – 4 x 4 m ), Jarak tanam lebar ( 5 x 5 m – 6 x 6 m ). Hasil analisis menunjukkan bahwa umur 8 tahun merupakan daur fisik optimum untuk tagakan dengan jarak tanam rapat dengan riap- masing-masing 39,5 , 39,9 , dan 33,5 ha/thn. Sedang untuk jarak tanam sedang MAI tercapai pada umur 12 tahun dengan riap 30.3 dan 21,2 M3/ha/thn.  MAI pada jarak tanam lebar akan dicapai pada 21,2 dan 17,4 m3/ha/thn. Hasil ini lebih menguatkan pendapat umum selama ini bahwa A. mangium untuk tujuan kayu pulp harus ditanam rapat dengan daur 8 tahun tanpa penjarangan. Jarak tanam lebar nampaknya hanya cocok untuk kayu pertukangan tanpa penjarangan dan jarak tanam sedang cocok untuk kayu pertukangan dengan penjarangan.

Jika dibandingkan dengan standar riap yang dipakai selama ini sebesar 25 M3/ha/thn pada umur 8 tahun, maka jarak tanam awal 2 x2 m, 2,5 x 2,5 m, 3 x 3 m , 3,5 x 3,5 m dengan kualitas tegakan standar sudah mampu melampaui target riap standar tersebut, dan produksi tertinggi pada jarak tanam 2,5 x 2,5 m. Perbedaan produksinya dengan 3 x 3 m adalah 15 %. Dibandingkan dengan jarak tanam 2 x 2 m hanya lebih besar 0,6 %. Jika dibandingkan dengan jarak tanam yang dipakai di HTI umumnya yakni 4 x 3 m yang diasumsikan sama dengan jarak tanam 3,5 x 3,5 m pada umur 8 tahun lebih besar 48 %.

Walaupun mempertinggi kerapatan akan memperbesar produksiakan tetapi akan menurunkan ukuran diameter, meningkatkan biaya, dan menurunkan pendapatan. Kasus penurunan pendapatan tersebut akan terjadi jika harga batang ditentukan berdasarkan kelas diameter, seperti umunya yang terjadi pada kayu pertukangan. Untuk produksi kayu pulp dan chip hal tersebut tidak berlaku. Penurunan diameter hanya akan berpengaruh terhadap biaya tebang. 

Memperapat jarak tanam awal mampu meningkatkan hasil tegakan dan menurunkan daur fisik optimum. Kelompok jarak tanam rapat 2 x 2 m , 2,5 x 2,5 m , 3 x 3 m, mempunyai daur fisik 8 tahun. Sedangkan jarak tanam sedang 3,5 x 3,5 m , 4 x 4 m mempunyai daur fisik 12 tahun. Jarak tanam lebar 5 x 5 m , 6 x 6 m mempunyai daur fisik 14 tahun. Dari segi hasil tegakan , biaya dan teknis pembuatan pola tanam 2,5 x 2,5 m , 3 x 3 m pada daur tanaman dipilih 6 tahun merupakan paling optimal.

Peningkatan produktifitas tegakan melaluli pengaturan jarak tanam dan penurunan daur, mampu meningkatkan produksi 25 % – 48 %  pada umur 8 tahun dan 51% – 75 % pada umur 6 tahun dibandingkan dengan jarak tanam yang digunakan padsa HTI pada umumnya. Dengan demikian terjadi efisiensi penggunaan lahan sampai 37 %.  Dengan penurunan daur sampai 4 – 5 tahun, diperkirakan akan mampu mengurangi pencurian kayu.

9 responses to “Jarak Tanam Optimal Acacia mangium

  1. Tulisan bagus, awakmu saiki neng ngedi, coba tulis tentang pembangunan HTI di areal Basah gambut, banyak yang perlukan informasi tersebut
    trims ok.

  2. berapakah penurunan riap (MAI) antara daur 1 ke daur 2, dan daur selanjutnya karena pengaruh unsur hara atau pemadatan tapakan

  3. MAI yang dihasilkan pada setiap jarak tanam apakah sudah mempertimbangkan volume komersil karena walaupun HTI Pulp, ada batasan diameter yang didapat digunakan?

    Kalau untuk Eucalyptus sp. ada hasil penelitiannya gak?

  4. Untuk Sdr. Ambok , untuk mai yang dihasilkan dpt digunakakan untuk produksi pulp. Krn untuk HTI pulp minimal diameter 8 Cm bisa digunakan.
    Sedangkan Eucalyptus mungkin sudah ada cuma penulis belum menemukan hasil kajiaannya. Trims

  5. maaf mas, bisa minta file asli dari tulisan “Optimalisasi hasil melalui pengaturan jarak tanam HTI Acacia mangium untuk produksi kayu pulp” ga?
    mohon dikirim ke email saya akbar_arsyad[at]yahoo.co.id. terima kasih

  6. info mas, saya sdh menanam akasia mangium,hampr 3 thn dng jarak tanam 3×2, perlu kah untk di jarangkan ( asumsi likar pohon 35 cm) terimaksih info nya.

  7. aslm, mau tnya, jd speck penanaman yng mana yg bgus diterapkan tuk kbun kayu skala rumahan (1-5 ha) dngan pertimbngan dri sudut waktu & biaya?? trimakasih

  8. Mas, apakah di lahan pasang surut bisa di budidaya kan? seperti lahan di Sumsel tks

  9. @ Dina setahu saya untuk pasang surut tidak cocok untuk Acacia mangium. Boleh dicoba Acacia crasicarpa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s