HTI, Produksi Pangan dan Alternatif lainnya.

Setelah carut marutnya pengelolaan hutan alam, kini bangsa Indonesia dalam pembangunan kehutannya mengharapkan lebih berkembangnya hutan tanaman industri ( HTI ). Beberapa kelas perusahaan HTI dalah untuk kayu pulp, sawn timber, rotan maupun yang bersifat hasil hutan bukan kayu ( HHBK ) seperti getah pinus, getah jelutung, kemenyan dan sebagainya. Paling menonjol saat ini di luar pulau jawa adalah HTI pulp. Karena daur pendek, jenis tanaman pioneer ( mudah tumbuh ), dan terintegrasi dengan industri. Ijin usaha HTI berupa Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri dalam Hutan Tanaman ( IUPHHK HTI dalam Hutan Tanaman ), yakni izin usaha yang diberikan untuk memanfaatkan hasil hutan berupa kayu dalam hutan tanaman pada hutan produksi melalui kegiatan penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pemasaran.

Jelaslah disini bahwa tahapan pembangunan HTI melewati penyiapan lahan ( Land Preparation ). Jika pembangunan HTI seluruh Indonesia ditargetkan 2,5 Juta hektar pertahun, maka sebesar itulah target penyiapan lahan ( land preparation )nya.

Seiring dengan meningkatnya harga minyak tentu membawa efek peningkatan harga-harga komoditas yang lain tidak terkecuali bahan pangan. Akibatnya dibeberapa belahan dunia terjadi krisis pangan bahkan banyak yang sampai mati kelaparan. Maka untuk meningkatkan ketahanan pangan, salah satunya dapat menggunakan potensi areal HTI.  Tidak saja tersedianya lahan yang cukup luas akan tetapi bisa dilakukan efisiensi. Karena beberapa biaya bisa dihilangkan. Misal biaya pengadaan lahan dan penyiapan lahan. Biaya-biaya tersebut merupakan komponen biaya yang terbesar dalam budi daya tanaman pangan.

Kalau kita arahkan tanaman pangan adalah padi. Diambil jenis padi varietas gogo. Dengan asumsi setiap hektar produksi padi gogo tersebut adalah 2 Ton/ha per musim, maka akan didapatkan 5 Juta Ton padi perhektar permusim panen. Kalau selama ini kita masih mengimpor padi 3 Juta Ton. Maka sebaliknya kita bisa mengekspor 2 Juta Ton. Lebih dari lumayan dalam menghemat devisa negara.

Begitu pula kalau mau diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan yang lain seperti bio fuel, pakan ternak, atau pengembangan produk minyak atsiri. Kombinasi bsisnis yang bersifat longterm dengan bisnis yang bersifat short term adalah sangat bagus. Karena akan saling menopang. Kalau kita ambil sutau study kasus dalam suatu areal HTI dikombinasikan dengan pengembangan tanaman nilam. Tanaman Nilam ( Pogostemon cablin ) adalah tanaman penghasil minyak atsiri Pachouly Oils. Dengan cara didestilasi daun dan batangnya. Kebutuhan dunia akan pachouly oils ini kurang lebih 1600 Ton/Tahun. Dengan kisaran harga lokal adalah Rp. 700.000/Kg Pachouly Oils. Apabila dikembangkan tanamnan nilam seluas 500 Ha saja. Maka akan menghasilkan 2.500 Ton tenera basah ( produksi perha 5 ton ) atau sebesar 625 ton tenera kering. Dengan rendemen destilasi 2,5 %, maka akan didapat : 15,63 ton pachouly oils. Jika dijual ke lokal saja dengan harga Rp. 700.000.000/ton, maka akan didapat Rp. 10.941.000.000,-. Jika dianggap satu tahun 3 kali panen. Maka akan didapat Rp. 32.823.000.000,-. Cukup signifikan dalam pembiayaan HTI.

3 responses to “HTI, Produksi Pangan dan Alternatif lainnya.

  1. Untuk melakukan kombinasi bisnis short term dan long term memerlukan kemampuan manajemen yang handal……………….Selama ini belum ada yang real menjadi profit hanya sekedar PMDH, CSR atau untuk sekedar menyenangkan masyarakat……..tidak lebih…….

  2. selamat malam pak teguh…
    kalo boleh saya bertanya tentang tahapan apa saja yang harus di lakukan suatu perusahaan jika telah mendapatkan IUPHHK. trus dilakukan pembuatan RKU…nah setelah itu apa saja yang harus dilakukan suatu perusahaan tersebut hingga bisa melaksanakan operasionalnya…mohon sekiranya kalau bapak tidak berkeberatan, saya minta flow chartnya…

    terima kasih
    Tendi W Ratmanto

  3. Buat Pak Tendi, yang katanya ahli gambut Indonesia dan optimis dari hasil wawancara dengan sebuah instansi pemerintah. Informasi tersebut dapat anda cari di kantor ditjen Bina Produksi Kehutanan di Dephut, atau coba tanya penyuluh kehutanan yang anda kenal disekitar anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s