Ramadhon dimata orang awam…..

Siklus selalu berulang, begitu pula yang namanya bulan puasa atau romadhon akan berulang setiap tahun. Begitu pula tahun 1429 hijriah ini. Pada bulan ini setiap muslim diwajibkan berpuasa satu bulan penuh. Puasa secara syariat adalah menahan diri dari makan, minum dan berhubungan seksual mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Kenapa ya kok mesti ada puasa segala?? membikin badan lemes, tidak bisa konsentrasi maksimal, serta banyak lagi pengaruh fisik dibanding sehari-hari kala tak berpuasa.

Tuhan yang mengcreate seisi alam ini dan jelas-jelas secara gamblang menyuruh manusia beriman untuk berpuasa berarti ada manfaat bagi manusia yang beriman jika melakukan syariat puasa. Apasih sesungguhnya manfaat puasa??? 

Dengan puasa kita senantiasa :

  • bisa belajar pada diri sendiri tentang kebersamaan sosial,
  • melatih kejujuran dalam menjalani kehidupan ini,
  • melatih kekuatan jiwa dan fisik dalam menghadapi sesuatu yang berat,
  • lebih meningkatkan hubungan transeden

Belajar pada diri sendiri tentang kebersamaan sosial, hal ini terjadi pada saat dua belas jam ( kurang lebih ) menahan haus dan lapar, mengingatkan bagaimana kaum dhuafa merasakan hal yang sama. Mereka tidak hanya merasakan hal tersebut pada saat bulan romadhon saja akan tetapi setiap hari. Kalau kita sering jalan-jalan ke stasiun kereta, jalan-jalan raya dan tempat-tempat umum yang lain betapa kita melihat saudara kita yang kurang beruntung tersebut tidur-tiduran dilantai yang kotor bahkan dijalan raya sambil mengharapkan sedikit sedekah dari saudaranya yang lebih beruntung. Mungkin pada saat kita melihat mereka kita kan bergumam ” orang kok males, tidak mau ini dan itu ” akan tetapi pada saat puasa ini kita bisa merasakan betapa keterbatasan tenaga, semangat, akibat rasa lapar dan haus meskipun kita bekerja ditempat yang sejuk dan nyaman serta tidak banyak menggunakan aktifitas fisik yang memerlukan banyak kalori. Nah bagaimana saudarra-saudara kita yang kurang beruntung tersebut harus merasakan teriknya matahari, kotornya debu belum lagi masih merasakan haus dan laparnya…………….Makanya sebelum kita melakukan sholat Ied kita diwajibkan membayar zakat fitrah……….”ingatlah dan berbagilah pada saudara kita yang kurang beruntung………..”

Banyak yang sudah mengupas arti kejujuran dalam menjalankan ibadah puasa ini. Ibadah puasa tidak bisa dikontrol oleh siapapun kecuali Tuhan lewat malaikat Mungkar dan Nakir yang ada dibahu kiri dan kanan kita yang senantiasa mencatat amalan-amalan kita. Kalau sesama manusia aja tidak mampu mengkontrol. Bagaimana mau dikontrol misalkan orang yang berpuasa masuk kamar dan melakukan aktifitas makan, minum kemudian setelah keluar ruangan akan kembali berpuasa……….demi untuk riyak atau takut kepada mahluk. Ada yang melakukan puasa pada saat dirumah saja, dikantor saja, kalau diluar entahlah……………. Maka karena tingginya nilai-nilai puasa Tuhan sendiri yang akan memberikan rewardnya………tidak lewat makhluknya.

Dalam kehidupan didunia ini tidak selamanya perjalanan kita akan mulus, linier. Akan tetapi kita dihadapkan pada siklus yang tidak beraturan. Kadang naik, turun, belok, lurus, konstan itulah ritme kehidupan agar kita ” mungkin ” tidak jenuh dan bosan. Seringkali kita dihadapkan pada jalan terjal yang maha berat ( minimal untuk ukuran sendiri ) hampir-hampir kita akan putus asa………..Ya Allah betapa beratnya hidup yang sedang kami alami ini………………pada saat itulah kita harus terlatih, tidak hanya sisi rokhani tetapi juga sisi jasmani. Karena dua-duanya adalah hal yang tidak terpisah.  Sarana pelatihan yang baik adalah dengan puasa. ” biasakan prihatin ” kata orang tua kita……………

Dengan perut yang kosong dan tenggorokan yang kering dan itu karena kesengajaan dalam rangka ibadah kepada Allah SWT, maka kondisi tersebut merupakan kondisi yang baik untuk meningkatkan kualitas hubungan makhluk dan khaliknya ( Transenden ).  Serigkali kita pada zaman di pesanten kalau kita diberi “ilmu ” oleh kiai harus melewati syariat puasa. Sebab dengan puasa konsentrasi akan lebih baik, serta ka jauh menurunnya nafsu ( selain amarah ). Deangan puasa syaithon-syaithon akan dibelenggu….. betul seiring dengan kita belenggu nafsu-nafsu yang senantiasa menggoda umat manusia.

Kesimpulan : Betapa makna puasa bagi kehidupan kita demikian dahsyat, maka tepatlah khadist Rosulullaoh SAW yang arti luasnya ” Seandainya umatku tahu betapa besar keutamaan bulan romadhon, maka mereka akan berharap bahwa setiap hari dalam satu tahun adalah selalu dalam bulan romadhon “….mumpung ini bulan puasa yoak manfaatkan keutamaan ini dengan sebaik-baiknya siapa tahu kita sudah tidak lagi merasakan romadhon………..Hanya Allah yang maha tahu.

  

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s