Solusi Sosial Pembangunan HTI…………

Hutan adalah asosiasi tumbuhan berkayu yang menyebabkan terciptanya iklim mikro. Hutan tanaman industi adalah pengelolaan hutan yang bertujuan produksinya untuk mensuplai industri yang terkait. Berdasarkan kelas hutannya HTI terdiri atas kelas hutan kayu perkakas, kelas hutan kayu pulp. kelas perusahaan kayu energi.
Pembangunan hutan tanaman di luar pulau Jawa diawali dengan pencanangan program timber estate tahun 1980 an, yang dalam perkembangannya menjadi Hutan tanaman industri (HTI). Hal tersebut dibangun dalam rangka meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur intensif guna memenuhi bahan baku industri kehutanan.

Tujuan usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan tanaman ini adalah usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan tanaman adalah :
1. Meningkatkan produktifitas lahan dan kualitas lingkungan hidup.
2. Menunjang pengembangan industri hasil hutan dalam negeri guna meningkatkan nilai tambah & devisa.
3. Memperluas lapangan kerja dan lapangan usaha.

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan tanaman melaksanakan kegiatan-kegiatan yang meliputi : penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, dan pemasaran hasil hutan sesuai dengan rencana kerja usaha pemanfaatan hasil hutan kayu pada hutan tanaman industri menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku serta berdasarkan azas manfaat, kelestarian hutan, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan, dan keterpaduan.

Pembahasan :
Dalam era reformasi ini demokrasi, keterbukaan, demonstrasi yang menggunakan power masa adalah hambatan yang cukup signifikan. Berbeda dengan perkebunan, baik sawit maupun karet yang nota bene arealnya merupakan HGU ( Hak Guna Usaha ) sedangkan HTI arealnya berupa IUPHHK ( Ijin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu ). Ijin pengelolaan ini tidak merupakan hak kepemilikan atas kawasan hutan, Areal IUPHHK HTI dalam hutan tanaman tidak dapat dijadikan jaminan, agunan atau dijaminkan pada pihak lain sedangkan tanaman yang dihasilkandari IUPHHK HTI ini merupakan aset pemegang izin yang dapat dijadikan agunan sepanjang izin masih berlaku.
Jadi jelas kalau HGU merupakan kepemilikan sedangkan IUPHHK HTI adalah bukan kepemilikan. Hal ini mengandung konsekuensi lahan yang ada adalah lahan negara. Tetapi dalam kenyataan dilapangan lahan ini sudah dikuasai oleh masyarakat baik legal maupun ilegal. Tentu saja dalam lahan HGU investor utuk membebaskan lahanya dengan gantu rugi. Sedangan IUPHHK HTI tidak karena merupakan lahan negara.

Hal diatas merupakan kendala yang lain yang dihadapi HTI. Banyaknya kasus-kasus sosial pembakaran camp, pengusiran tenaga kerja, penolakan langsung dan sebagainya. Untuk itu kondisi diatas harus bisa diantisipasi oleh investor HTI. Banyak ragam teori dalam pendekatan sosial ini khususnya adalah prosperity opproach. Masalahnya adalah program tersebut sering dilakukan hanya sebelah mata alias kurang serius atau sekedarnya. Sehingga gaung dan kemanfataan secara langsung dari masyarakat kurang dapat dirasakan. Akibatnya gangguan dari masyarakat terhadap jalanya program tersebut masih terus berlangsung.

Bahkan banyak investor yang melakukan program prosperity approach ini dengan memberikan ikan bukan kail. Sehingga pada saat masih ada peluru maka akan teredam sementara sedangkan pada saat peluru habis maka kembali permasalahan muncul. Padahal HTI merupakan investasi jangka panajang.
Salah satu program yang ditawarkan penulis adalah sistim prosperity approach tetapi dengan sungguh-sungguh mengembangkan pemberdayaan masyarakat. Memang ini tugas ganda dari investor selain berkonsentrasi dalam pembangunan HTI diwajibkan pula sebagian manajemenya berkonsentrasi dalam mengembangkan pemberdayaan masyrakat lewat agribisnis. Yang dimaksud agribisnis ini adalah suatu uasaha pertanian yang betul-betul profit oriented dan berkesinambungan dan berjangka pendek dengan berbasiskan pada industri. Areal HTI yang cukup luas dengan kewajiban menyediakan minimal 5 % untuk tanaman kehidupan merupakan sutau peluang untuk mengembangkan program tersebut.

Program ini harus direncanakan dengan baik mulai penyediaan bahan baku, proses produksi dan pemasarannya. Untuk tahap awal masyarakat sekitar hutan harus dilatih dalam penyediaan bahan baku yang biasanya harus melaksanakan budi daya. Perusahaan menyiapkan pengolahan dan pasarnya. Sampai pada suatu saat masyarakat mampu pada proses pengolahan sementara perusahaan hanya berfungsi sebagai pemasaran. Jadi semua bersifat win-win solution masyarakat untung, perusahaan untung, karyawan untung. Sebab dalam jangka pendek perusahaan sudah dapat arus kas masuk. Mudah-mudahan ini bisa dikembangkan meskipun untuk memulainya tidaklah mudah perlu kesungguhan dan idealisme. AMIN.

2 responses to “Solusi Sosial Pembangunan HTI…………

  1. saya suka tulisannya,,menarik

  2. Untuk artikel kalau bisa dikirim langsung via email alangkah lebih mantapnya…
    thanks..
    forester

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s