Kereta Api, Kecerdasan Emosi Masyarakat….

Kala pagi tiba dan kewajibanku pagi itu harus ke kantor jakarta yang letaknya deket dengan musium nasional ( Monas ) maka pilihan terbaikku adalah menggunakan jasa kereta api, selain lebih efisien secara ekonomi juga lebih nyaman, bisa istirahat. Kereta yang di gunakan oleh PT. KAI adalah ketera pakuan yang konon hibah dari pemerintah Jeepang. Memang sih masih sangat kelihatan huruf-huruf kanji yang tertempel didinding-dinding kereta. Masih cukup bagus mungkin untuk ukuran Indonesia masih sangat bagus, bersih, nyaman karena semua ber AC. Keamanannya pun relatif terjamin karena pintu semua tertutup pada saat kereta jalan dan membuka secara automatic pada saat penumpang akan turun pada tempat-tempat yang telah ditentukan.

Awalnya sih pengaturan tempat duduk menggunakan nomor kursi akan tetapi lama kelamaan nomor tempat duduk yang tertera dikarcispun dihilangkan entah dengan alasan apa. Sehingga pada saat pemberangkatan perebutan kursipun tak terelakkan, sama dengan kursi DPR, Lurah, Bupati, Gubernur dan Preiden diperebutkan dengan segala daya dan uapaya……..

Ada satu hal yang menarik dari kereta api jenis ini dan dari hasil “pemberian” pemerintah Jepang adalah adanya tempat kursi khusus bagi ibu-ibu hamil, penyandang cacat, anak-anak. Dibelakang dretan kursi yang diperuntukkan untuk jenis penumpang tersebut telah ditempelin dengan huruh kanji dan gambar kursi roda, wanita bunting yang menandakan bahwa tempat itu adalah untuk penumpang-penumpang yang seperti itu. Agar perlindungan kepada penyandang cacat, manula, wanita yang sedang mengandung dan sebagainya terlindungi….nampaknya dijepang sistimnya sudah diatur demikian dan nampaknya setelah diimpor oleh PT. KAI sistim tersebut akan diteruskan…….

Tetapi inilah fakta yang kita lihat, rasakan, tempat duduk yang seharusnya untuk orang-orang dengan kualifikasi tertentu diduduki saja dengan tanpa ekspresi salah sedikitpun, tidak tahu apa yang ada dalam pikranya apa karena tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu, atau tahu tapi cuek atau apa …….sementara anak kecil wanita yang hamil harus berdiri…..dan berdesak-desakan dengan penumpang lain………….inilah sepertinya pemahaman tentang kecerdasan emosi masyarakat kita yang harus ditingkatkan tidak hanya kecerdasan intelektual semata yang egoistis dan tak mau tahu aturan…..

Sebaliknya terjadi peristiwa yang sebaliknya…..penumpang duduknya memang diperuntukkan untuk umum bukan tempat duduk yang diperuntukkan untuk yang berkualifikasi khusus…….tiba-tiba seorang penumpang yang berkualifikasi khusus meminta tempat duduk tersebut……sementara di sebelah persis sebetulnya tempat yang digunakan untuk penumpang yang berkualifikasi khusus……kenapa tidak meminta tempat yang berkualifikasi khusus padahal juga diduduki oleh penumpang umum juga…….apakah ini juga bagian dari pemahaman kecerdasan emosional?? sehingga semua harus didudukkan pada aturan yang telah ditetapkan keculai ternyata tempat duduk untuk yang berkualifikasi khusus tidak mencukupi lagi maka wajar tempat duduk yang untuk berkualifikasi umum harus mengalah demi kemanusiaan….hal yang wajar…..

Hal tersebut terjadi tidak hanya pada penumpang kereta api saja tetapi terjadi dalam skala yang lebih umum, baik di jalan raya, antrean tertentu atau dimanapun saja…pemahaman tentang kecerdasan emosi masyarakat akan membawa kepada ketertiban, keteraturan dan taat hukum…..sehingga sistim yang telah ditetapkan akan bisa berjalan dengan baik…….Hal kecil yang bisa ditarik menjadi hal yang besar ….bagian dari cermin yang kecil……….

One response to “Kereta Api, Kecerdasan Emosi Masyarakat….

  1. Dadi..hampir satu generasi tidak berubah..ya, Guh yang namanya “kecerdasan emosi” itu? 25 tahun lalu aku udah mendengar “Ibu kota lebih kejam dari ibu tiri”….Enjoy blogging Guh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s