ASap CaiR Suatu PeluAng

Pembakaran sering kali membuat pemerhati lingkungan berteriak karena akan menghasilkan gas carbon dioksida ( Co2 ) dan secara faktual memang kalau kadar berlebihan menyebabkan terganggunya saluran pernafasan atas ( Isfa ). Maksud pembakaran ini adalah pembakaran dengan menggunakan kayu bakar.

Padahal pembakaran dengan menggunakan kayu bakar atau batok kelapa akan memberikan nilai yang lebih baik secara  kesehatan, ekonomi maupun lingkungan.  Beberapa waktu yang lalu sebuah pabrik tahu di daerah Jakarta di grebeg dinas kepolisian karena diduga menggunkan bahan formalin dalam memproduksi tahunya agar awet alias tahan lama. Tentu saja penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan entah itu tahu, ayam potong, daging sapi, ikan dan sebagainya sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia dan penggunaan formalin ini telah dilarang keras oleh pemerintah via Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan ( POM ).  Tentu produsen memerlukan zat pengganti pengawet makanan ini, yang lebih sehat, alami tanpa bahan kimia yang berbahaya. Karena memang suka tidak suka, mau tidak mau bahan-bahan makanan seperti tahu, ikan, bahkan buah-buahan yang harus dikirim ke lain daerah dan memerlukan waktu yang relatif lama memerlukan bahan pengawet. Salah satu yang memenuhi syarat untuk bahan pengawet yang alami, sehat dan tanpa bahan kimia adalah asap cair.

Keuntungan ekonomi sangat jelas, dengan keperluan yang demikian besar untuk industri perikanan, pabrikan makanan, bahkan untuk campuran energi drink adalah peluang yang sangat besar dan diperlukan secara luas dari sabang sampai merauke, bahkan memungkinkan juga untuk memasuki pasar ekspor. Dengan bahan baku yang mudah didapat bahkan selama ini cenderung dibuang dan sangat tidak disukai ( siapa sih yang menyukai asap ??? ) serta dianggap merusak lingkungan maka sekarang sumber daya tersebut dapat dimanfaatkan menjadi bahan yang bernilai ekonomi serta membantu kesehatan masarakat.

Kalau kita jalan didaerah penghasil kelapa misalkan di Malingping Banten, sering ditemui masyarakat yang membakar batok kelapa untuk dijadikan bahan arang.  Kalori arang dari batok kelapa lebih tinggi dari kayu bakar biasa sehingga arang dari batok kelapa sangat disenangi masyarakat khususnya untuk bricket arang ( Charcoal ).  Sebetulnya secara prinsip cukup sederhana pembuatan asap cair tersebut.  Pada saat pembakaran batok kelapa tersebut asap yang dari cerobong dialirkan kepipa yang didinginkan agar asap tersebut mencair.  Cairan  tersebut adalah berupa campuran antara asap cair dan oleoresin yang berwarna kecoklatan dan cenderung gelap.  Selanjutnya cairan tersebut didestilasi, hasil dari distilasi ini adalah asap cair yang sudah murni kurang lebih 90 %, sedang yang tertinggal adalh teer ( hitam ).  Kegunaan dari teer ini adalah untuk pengawet kayu, maka dapat dijual di toko-toko bangunan.

Peluang usaha produksi asap cair ini cukup besar dan bisa diusahakan mulai dari industri rumahan sampai industri pabrikan. Hanya memang perlu menciptakan pasar yang tersebar diseluruh negeri ini dan merupakan suatu barang yang relatif baru.  Peran serta pemerintah sangat diperlukan karena produk ini merupakan produk pengganti dari produk pengawet sebelumnya yang telah dilarang sehingga masyarakat mendapatkan solusinya.

2 responses to “ASap CaiR Suatu PeluAng

  1. bagaiamana cara mendestilasinya serta bahan dan alatnya apa aja ya?

  2. Jual asap cair, pengawet yg tidak membahayakan kesehatan, sebagai pengganti formalin. Asap cair yg kami jual dibagi menjadi 3 grade: – Grade 1 untuk pengawetan makan yg harus bebas dari aroma asap – Grade 2 untuk pengawetan ikan, mie basah, bakso dll – Grade 3 untuk membekukan karet, pengawetan kayu dan penyamakan kulit harga nego sesuai jumlah pemesanan.
    Hub: Herman
    Tel :(021)70716775

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s