Refleksi hidup……

Waktu ibarat angin yang mengalir dan tidak bisa direm….terus berjalan, berputar, menuju kemana??? apa yang dia tuju??berakhir dimana?? kita tidak tahu hanya kita meyakini akan berakhir setelah memasuki alam absolut ” akherat ” dimana ruang dan waktu sudah nisbi…….menurut Syech Siti Jenar alam yang kita sebut hidup ini sesungguhnya alam kematian sedangkan setelah kita mati sesunggguhnya itu alam kehidupan….

Sekian lama kita telah menggembara di dunia ini, sesungguhnya kita dari mana dan hendak kemana??sudah sampai tahap mana??apa yang telah kita lakukan??hasil apa yang telah kita peroleh??indikator apa yang bisa kita jadikan untuk evaluasi?? banyak sekali pertanyaan-pertanyaan berkecamuk dalam benak kita.

Kata MH Ainun Najib dalam salah satu ceramahnya di “Kenduri Cinta” umumnya tujuan masyarakat di Indonesia ini hanya satu tujuan hidupnya ” punya uang banyak…”. Ada benarnya juga pendapat itu, karena kalau dilihat tdiak penting bagaimana cara mendapatkan tapi yang terpenting hasilnya apa. Lupakan tentang proses yang penting anda ” kaya atau tidak ” mau dari mencuri, korupsi, merampok, menipu…semua tidak penting tapi yang terpenting hasilnya anda punya apa?? ini sudah merupakan budaya/culture yang mau tidak mau suka tidak suka ikut menekan kita, ikut mengilhami kita, ikut meyakinkan kita, ikut “memaksa ” kita untuk berpendapat dan melakukan hal yang sama. Sampai saat ini belum dirasakan “reformasi” budaya yang merubah pola pikir yang demikian. Justru kita melihat semakin subur dan berkembang. Indikatornya demikian banyak ” tepo seliro yang semakin menipis, perilaku “semau gue”, pragmatisme yang merugikan orang lain, koruptif, manipulatif, rasa malu melakukan hal-hal yang negatif ( Bagaimana caleg yang kriminal nasih tetep ngotot, tokoh nasional yang diindikasikan korupsi ), norma yang renggang, menghalalkan segala cara, dan masih banyak lagi……

Sebenatnya kita dari mana hendak kemana?? sangat jelas dalam tuntunan agama ” Tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku ” ” kita berasal dari Allah dan akan kembali kepadanya “. Dari kalimat tersebut sangat jelas bahwa kita ada di dunia ini semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT. Sehingga kelak jika meninggal kita akan kembali kepada Allah SWT lewat jalan yang sudah ditentukanNYA. Jalan yang benar, lurus, jalanya orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalanya orang-orang yang sesat dan menganiyaya diri sendiri……

Kata kunci diatas adalah ” ibadah kepadaKU “. Problemnya adalah ibadah itu apa sih??terfikir oleh kita adalah ibadah adalah sesuatu yang sifatnya ritual. Betul memang slah satu ibadah adalah ibadah ” mahdhoh ” seperti sholat, zakat, puasa, naik haji. Sebetulnya porsi itu sbetulnya hanya 5 % dari seluruh waktu yang kita punya. Diluar itupun merupakan ibadah apabila diniati untuk ibadah. Justru diharapkan dengan melakukan ibadah yang 5 % akan mewarnai corak kehidupan yang 95 % tersebut. Ada temen bilang ” kok dia sudah melakukan yang sholat ” tapi corak kehidupanyya kok berbeda masih sperti kultur yang negatif diatas?? pada hakekatnya adalah ” belum” beribadah, ” sholatnya msih olahraga karena ibadah itu sesungguhnya dinilai dari out putnya bukan prosesnya semata “…..sholat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar “. Kalau masih keji dan mungkar hakekatnya belum sholat….masih olahraga fisik, tidak apa itu lebih baik dari pada tidak sama sekali karena Insya Allah akan diberi taufik dan hidayahNYA.

Setelah kita tahu tujuan kita, tentu kita dapat mengevaluasi sampai dimanakah kita?? melakukan ” mekhasabah ” atau ” ngulat saliro hangroso wani” atau merefleksi diri, atau mengevaluasi diri…yang bisa adalah diri sendiri karena menyangkut hati kecil yang terdalam ” god spot ” meminjam istilah Ginanjar dalm ESQ. Orang diluar kita hanya tahu kulit-kulit kita tapi tidak tahu yang ” terdalam ” dari diri kita.

Tulisan ini kami khususkan untuk diri sendiri bukan untuk orang lain, kalau saya menggunakan istilah kita itu semata-mata mewakili presepsi saya kepada banyak orang…tapi percayalah tulisan ini untuk mengingatkan kepada diriku sendiri tanpa bermaksud menggurui apalagi mengajarkan kepada seluruh pembaca yang mampir ditulisan ini……Mohonmaaf yang seikhlash-ikhlasnya apabila dalam berhubungan baik secara fisik maupun dunia maya ada yang kurang berkenan, menyinggung, menyakiti, tidak setuju, tau yang lain yang tidak kami sadari lewat refleksi hidup ini……mudah-mudahan hidayah, inayah, ridho, berkah, rachmat senantiasa bersama kita semua amien……..

3 responses to “Refleksi hidup……

  1. TERIMAKASI JADI TAMBAH WAWASANNYA

  2. Don’t worry..lah! Refleksi diri yang bisa menginspirasi orang lain koq….

    Yo, terus nulis kolom budaya, Guh…siapa tahu ada Cak Nun, ntar Cah Guh.., keep blogging!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s