Refleksi Membangun Usaha Minyak Atsiri ( lanjutan )

Episode yang lalu kita telah mempersiapkan condensor dengan baik,  dari sisi kapasitas alatnya maupun volume air pendinginnya. Selanjutnya kita perhatikan air yang beada di steam boiler maupun di dalam tabung reaktan ( jika menggunakan uap langsung ). Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah berapa volume uap yang dibutuhkan untuk mendistilasi voleme bahan baku dan volume tabung. Jika uap terlalu kecil maka tidak akan mampu membawa secara maksimal uap di tabung untuk keluar ke condensor. Hal ini akan berakibat rendemen akan kecil.  Kalau volume uap terlalu besar maka akan terjadi ketidak efisienan di kalori sehingga bahan bakar akan boros.

Setelah kita hitung volume uap yang tepat yang tidak kalah pentingnya adalah cara pengisian air ke steam boiler secara kontinyu agar tekanan dan temperatur tidak turun. Sebab jika terjadi penurunan tekanan dan temperatur maka akan terjadi kondensasi dalam tabung yang akan membawa uap yang ada di tabung jatuh kelantai tabung. Hal ini juga akan menurunkan rendemen dan menyulitkan penaikkan tekanan dan produksi uap karena efek terendam air. Maka harus dilakukan blow down yang berakibat terbuangnya uap dan cairan yang seharusnya menghasilkan minyak. Agar tekanan dan temperatur tidak turun maka pengisian harus dilakukan dengan volume air yang terbatas dan rutine. Lebih baik lagi jika menggunakan air panas yang dihasilkan dari  output condensor, sehingga untuk menaikkan suhu air tidak diperlukan energi yang maksimal. Kapasitas tekanan pompa juga harus disesuikan dengan kebutuhan yang ada, khususnya pada jenis-jenis bahan baku yang membutuhkan tekanan tinggi.

Setelah semua check list menunjukkan oke, mulai dari kalori yang dibutuhkan, sistim pendinginan, kapasitas tabung, volume uap yang diperlukan dan separator minyak sudah kita siapkan, yang tidak kalah pentingnya adalah menyusun SOP ( Standart Operating procedure ) dari semua lini, termasuk administrasinya. Hal ini sering kita lupakan sehingga alat yang sudah siap tetapi tidak mampu diopersionalkan dengan baik karena operator tidak jelas standart yang dipakai. Tentu setelah hard ware kita siip, maka harus disipkan shoft ware nya. Salah satunya sistim manajemen secara umum yang meliputi Planning, Organising, Actuating dan Controlling.

Usaha minyak atsiri ini mempunyai karakter yang lembut dan sabar. Memang lebih feminis. Orang-orang yang mempunyai karakter cool, sabar, lembut akan cenderung tepat usaha dibidang ini. Meskipun orang yang mempunyai sifat sebaliknya juga bisa sukses dengan menggunkan sistim pendelegasian. Prinsip tetes demi tetes dalam kurun waktu yang relatif lama, nilai yang relatif tinggi dan rendemen yang relatif rendah dibandingkan dengan bahan bakunya, adalah realitas yang dihadapi setiap harinya.  Sabar….konsisten……sabar dan terus bersabarlah….sesungguhnya Tuhan bersama orang yang sabar…….




One response to “Refleksi Membangun Usaha Minyak Atsiri ( lanjutan )

  1. sy senang dengan statement “orang2 yg mempunyai karakter cool, sabar, lembut akan cenderung tepat usaha di bidang ini”. sesuai dengan sifat atsiri yg lembut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s