Mari Beternak Lele…..

Kebutuhan protein dimasyarakat terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendatan pergros domestik produk. Salah satu pemenuhan kebutuhan protein hewani bisa didapatkan dari lele ( cat fish ). Menjamurnya ” pecel lele ” di warung-warung tenda semakin mendongkrak kebutuhan lele. Dewasa ini kebutuhan lele di wilayah Jabodetabek saja sudah demikian tingginya dan cenderung masih kekurangan suplly karena masih mendatangkan dari daerah Jawa. Menurut beberapa praktisi peternak lele kebutuhan lele masih kurang 30 Ton perharinya untuk wilayah Jabodetabek.

Lele merupakan ikan yang relatif mudah dibudidayakan karena persyaratan-persyaratan hidupnya yang tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan pada areal yang sempit. Sudah banyak tulisan-tulisan di Blog yang mengulas tentang budi daya ikan ini. Namun kami akan mengulas sedikit berdasarkan pengalaman dilapangan.

Lele yang dikembangkan di Jl Kabandungan I no 101 Tamansari Bogor, adalah Jenis lele sangkuriang dan Afrika. Lele sangkuriang ( Clarias Sp ) merupakan hasil perbaikan gebetik melalui cara silang antara generasi kedua ( F2 ) dengan induk jantan generasi keenam ( F 6 ) lele dumbo. Lele sangkurinag mempunyai fekunditas 33,33% lebih tinggi dibandingkan dengan lele dumbo dan umur pertama matang gonad yang lebih tua. Pertumbuhan benih lele sangkuriang pada pemeliharaan umur 5-26 hari menghasilkan laju pertumbuhan harian 43,37% lebih tinggi dibandingkan dengan lele dumbo. Sedangkan pada umur 26-40 hari 14,61 % lebih tinggi. Untuk pembesaran sampai dengan konsumsi konversi pakan pada lele sangkuriang ( FCR ) hanya 0,8 dibandingkan dengan lele dumbo yang mencapai lebih dari 1.

Kunci dari keberhasilan pembibitan lele adalah  pada kualitas indukan, manajemen air dan pakan yang mencukupi. Indukan yang berkualitas dapat diperoleh disentra-sentra pengembangan budi daya lele yang sudah tersebar di beberapa sentra pengembangan. Umur yang mencukupi, berat badan ideal serta tidak inbreeding. Pengelolaan air dari masa bertelur sampai dengan umur 30 hari sangat penting karena pada umur-umur tersebut cukup sensitif.  Akibat sifat polutif lingkungan yang sudah cukup parah, maka air hujan cenderung membawa sifat keasaman yang tinggi. Maka sebaiknya pada periode tersebut pada areal yang tertutup tapi masih tembus matahari dengan intensitas yang tidak maksimal dengan cara dikasih paranet. Larva dengan umur dibawah 21 hari sebaiknya dikasih pakan cacing sutra yang mengandung protein yang tinggi. S etelah umur tersebut bisa diberikan pellet yang halus dengan kadar protein diatas 30 %.

Secara prinsip budi daya lele ini dapat digeluti menjadi suatu bisnis yang menjanjikan jika dilakukan dengan pengelolaan yang intensif dengan sistim yang terrencana dengan baik. Mortalitas yang rendah, ukuran lele yang seragam dan pakan yang efisien adalah kunci keberhasilan. Banyak para pembudi daya lele yang marginnya rendah karena teknik yang digunakan adalah tidak intensif.  Dari bibit yang sudah satu bulan biasanya mereka akan masukkan kekolam dan dikasih makan, setelah 3 bulan dipanen. Dengan pola tersebut angka mortalitas akan tinggi dan pakan yang tidak terkontrol karena tidak tahu posisi jumlah aktual ikan. Belum lagi pada saat panen terjadi variasi pakan ukuran ikan yang tinggi menyebabkan kerugian pada saat penjualan.

Pola intensih dilakukan dengan pola sortir yang rutine sehingga menghasilkan ukuran ikan yang seragam karena dari hasil sortir dikelompokkan seuai dengan besran ukurannya. Dengan demikian pakan yang diberikan akan sesuai dengan jumlah aktual ikan, serta ikan akan tumbuh yang optimal karena posisi ukuran yang seragam. Tinggal bagaimana secara rutine mengelola air dengan baik. Secara prinsip adalah bagaimana menjaga pola rantai makanan yang berdasarkan pada simbiose mutualisme antara ikan, lumut, plankton, jasad renik lain, kotoran, semua harus dalam keseimbangan.

Dengan pola intensif tersebut misalkan bibit yang kita masukkan 10.000 maka akan didapatkan 9.500 dengan angka kortalitas 5 %. Jika pada saat panene ukuran konsumsi dengan berat ikan perekornya 125 gram, maka bisa didapatkan 1187,5 Kg. Sedangkan kalu pengelolaan tidak intensif paling didapatkan ikan 6000 ekor dengan ukuran yang tidak seragam. Sedangkan pakan yang diberikan hampir sama.

Peluang menggeluti bisnis ternak ikan lele terbuka lebar, tentu dengan belajar terlebih dahulu dengan mentor yang telah benar-benar menggeluti bidang tersebut dan terbukti telah berhasil dalam bisnisnya. Karena banyak mentor-mentor bisnis sesungguhnya mereka belum membuktikan sudah sukses dalam bisnis yang dia geluti. Mentor yang demikian ini sesungguhnya baru pada tingkat teoritis yang belum terbukti secara nyata dilapangan.  Masih banyak inovasi-inovasi yang bisa dilakukan untuk memacu pertumbuhan lele dan mempersingkat waktu budi daya. Nah selamat mencoba dan berkarya………..

2 responses to “Mari Beternak Lele…..

  1. bagaimana cara membuka internet? tapi dak ada modal

  2. permintaan ikan lele untuk wilayah jabodetabek memang terus meningkat.
    berternak lele menjadi salah satu alternatif usaha yang bagus prospeknya.
    sukses terus pa teguh… :):)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s