Pertanyaanku Padamu

Perjalanan bangsa ini ibarat perjalanan manusia sudah memasuki masa tua karena sudah lebih dari 60 tahun. Berarti sudah cukup kenyang mengalami pasang dan surutnya kehidupan. Pranata-pranata yang kurang efisien mestinya sudah direformasi. Tetapi banyak sektor kehidupan ini yang carut-marut seakan tidak terurus, bahkan terjadinya kecenderungan yang menjadi tanggung jawabnya malah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan golongan serta keluarganya. Apakah hikmah yang terkandung dalam seluruh kehidupanmu??

Banyak yang hebat-habat sudah dilahirkan dinegeri ini, mulai dari calon wakil rakyat, sampai calon pejabat  dari calon kepala desa, calon Bupati, calon Gubernur.  Coba bayangin saja belum menjadi pejabat sudah bagi-bagi kepada rakyat, mulai drai uang sampai bantuan-bantuan yang sangat diperlukan oleh rakyat. Itu dilakukan saking cintanya kepada rakyat dan gemarnya bersedekah dan kesadran yang tinggi demi terwujudnya kesejahteraan bersama. Kiranya patut dicontoh oleh negara-negara lain termasuk negara yang maju dalam demokrasi sekalipun tidak ada yang sehebat calon wakil rakyat dan calon pejabat dinegeri penggalan surga ini. Bagaimana engkau mendidik calon wakil rakyat dan calon pejabat sampai pada kulminasi maksimal kesadaran ini?? tetapi yang absurd ada cerita calon anggota dewan yang dikampungnya terkenal waktu “bab” bawa pecut kok bagi-bagi duit. Konon calon anggota dewan itu tinggalnya didesa yang setiap hari kalau bab disungai dipinggiran desa.  Sehingga produksi babnya banyak dimakan ikan disungai itu. Saking pelitnya dia kalau bab disungai bawa pecut agar ikan yang mau makan hasil produksinya di pecutin supaya jangan makan hasil produksinya………….. kok bisa ya??

Kalau kita melangkahkan  kaki dari rumah, betapa banyak kesabaran yang harus kita wiridkan. Fasilitas umum yang seharusnya untuk umum dipakai untuk kepentingan pribadi. Trotoar yang seharusnya untuk jalan umum dipakai untuk jualan sehingga orang harus berjalan dijalan raya yang sangat berbahaya bagi lalu lintas. Angkot yang berhenti ditengah jalan tanpa memperdulikan kamacetan yang diakibatkannya. Sektor pendidikan tidak kalah runyamnya. Dengan label sekolah negeri berstandart ” RSBI ” menarik dana dari masyarakat yang demikian besarnya, tanpa mempedulikan kemampuan finansial dari calon pencari ilmu. Meskipun secara akademik mampu tetapi kalau secara finansial tidak mampu akan berkesulitan untuk mendapatkan tempat pendidikan yang favorit meskipun disekolah negeri yang nota bene gaji guru dan baiaya operasional sekolah di biayayi oleh negara. Begitu juga disektor-sektor lainnya…mau dibawa kemana arah bangsa ini???

Kota Bogor yang berulang tahun ke 526, tentu jauh lebih tua dari usia Indonesia yang baru 65 Tahun. Berarti Bogor jauh lebih lama hidup tanpa indonesia yakni selama 461 tahun. Berarti Bogor sendiri punya sejarah yang demikian panjang, demikian tua dan lebih banyak punya pengalaman dalam seluruh aspek pranata kehidupan ini. Bagaimana ya kira-kira kalau Bogor hidup tidak ada Indonesia??apakah seluruh pranata kehidupanya seperti sekarang ini atau berbeda ya??apakah lebih baik atau lebih buruk dari sekarang ini ya?? Sayangnya susah untuk dijawab karena susah untuk dibuktikan. Setidaknya hasrus lebih baik, lebih adil, lebih teratur, lebih rapi, lebih harmoni, rakyatnya lebih bahagia, lebih,lebih dan lebih…….jika dengan Indonesia yang sudah 65 Tahun ini. Namun bagaimana realitasnya???adakah yang prihatin terhadap ini dan melakukan sesuatu ya pejabatnya, ya wakil rakyatnya, ya masyarakatnya ya semuanya……..Mungkinkah?? bertanyalah pada rumput yang sedang berzikir……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s