STUDY PENGEMBANGAN BISNIS BIO DIESEL

I. PENDAHULUAN
Biofuel atau Bahan Bakar Nabati ( BBN ) merupakan jenis bahan bakar cair yang relative baru di Indonesia. Nama lain yang digunakan secara umum selain biofuel adalah biodiesel, dan biosolar.

Bio solar merupakan campuran solar murni dengan minyak nabati yang didapatkan dari kelapa sawit atau crude palm oil ( CPO ). Sebelum dicampurkan minyak kelapa sawit ( CPO ) direaksikan dengan methanol dan ethanol dengan katalisator NaOH atau KOH untuk menghasilkan fatty acid methyl ester ( FAME ). Untuk Biosolar jenis B-5, mengandung 5 % campuran FLAME.
Sebelum dicampurkan, laboratorium pengujian yang dimiliki Pertamina selalu memastikan FAME yang dipakai memenuhi standar spesifikasi yang sudah ditetapkan. Harus dipastikan tidak ada bakteri karena dapat merusak kualitas bahan bakar saat didistribusikan. Bio solar yang dijual Pertamina dapat dipakai pada mesin diesel standar tanpa perlu perubahan atau modifikasi.

II. PASAR BBN ( Bahan Bakar Nabati )
BBN mulai dipasarkan secara komersial di Indonesia sejak tahun 2006 berupa bio solar, biopremium dan bio pertamax. Mulai dari SPBU-SPBU kawasan JABODETABEK, kemudian diperluas seluruh jawa, dan pada tahun 2012 Pertamina sudah merambah pemasaran bio solar ini ke Kalimantan Barat. Sedangkan target tahun 2013 biosolar akan dijual di Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur dan sebagian Sulawesi.

Selain kebutuhan dalam negeri bio fuels juga juga dieksport ke Negara Negara luar, 90 % dieksport ke Negara Eropa, sementara kenegara negara lain seperti Amerika Serikat hanya sebanyak 30.000 ton pertahun dan Korea 2.000 ton pertahun. Volume produksi untuk eksport biofuel asal Indonesia mencapai 1,5 juta ton pada tahun 2012. Mengalami kenaikan dari sekitar 1 juta ton tahun sebelumnya.

Eksport ini masih menjadi pasar utama biofuel Indonesia. Sementara itu, serapan biofuel oleh Pertamina tahun 2012 mencapai 600.000 Ton ditahun. Berdasarkan road map pengembangan energy baru dan terbarukan pada tahun 2015 nanti pengembangan BBN bisa mencapai 11,4 Juta kiloliter.

Produsen bahan bakar nabati (BBN) yang terhimpun dalam Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia ( APROBI ) mempunyai total kapasitas terpasang bio diesel mencapai sekitar 4,2 juta kiloliter.
Terhitung sejak 15 Februari 2013 Pertamina telah meningkatkan penggunaan FAME pada produk Biosolar dari semula 5% menjadi 7,5% . Langkah ini untuk mengoptimalkan pemakain bahan bakar nabati yang sejalan dengan kebijakan energy nasional untuk meningkatkan energy baru terbarukan.

Selain hal tersebut diatas untuk memperluas pasar bahan bakar nabati terhitung sejak 1 mei 2012 lalu, dengan mewajibkan pemegang izin usaha niaga BBM non subsisdi ( Petronas, Shell dan AKR Corposindo) untuk menggunakan campuran sebanyak 2 % BBN kedalam bahan bakar minyak ( BBM ) jenis solar yang dijual.

Pemanfaatan FAME juga berguna untuk menekan impor Solar untuk keperluan BBM bersubsisi. Kuota BBN jenis biodiesel dalam APBN 2012 ditetapkan sebesar 722.000 kiloliter. Disisi lain dengan peningkatan FAME juga menjadi angin segar bagi industry hilir terkait.
Pertamina mengutamakan pemasok FAME nasional yang memanfaatkan sumber daya domestic sehingga secara tidak langsung Pertamina ikut berperan dalam mendukung tumbuhnya industry produsen FAME dan membuka lapangan kerja.

Terkait dengan pengadaan biodiesel setiap tahun Pertamina mengadakan tender. Saat ini terdapat delapan perusahaan pensuply biodiesel ke Pertamina. Kedelapan perusahaan tersebut adalah :
1. PT. Ciliandra Perkasa.
2. PT. Darmex Biofuels
3. PT. Elterindo Wahanatama Tbk
4. PT. Indo Biofuels Energy
5. PT. Multikimia Interpelangi
6. PT. Musim Mas
7. PT. PT. Wilmat Bioenergi
8. PT. Wilmar Nabati Indonesia

III. IZIN USAHA NIAGA BBN.
Regulasi bahan bakar nabati (bio fuel ) diatur dalam Peraturan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral No : 32 Tahun 2008, tentang Penyediaan, Pemanfaatan dan Tata Niaga Bahan Bakar Nabati (BioFuel) Sebagai Bahan Bakar lain. Tertanggal 26 September 2008.

Badan Usaha yang melaksanakan Kegiatan Usaha Niaga Bahan Bakar Nabati (BioFuel) sebagai Bahan Bakar Lain wajib memiliki Izin Usaha Bahan Bakar Nabati (BioFuel) sebagai Bahan Bakar Lain dari Menteri ( Bab IV Pasal 13 Peremen ESDM no 32 tahun 2008 ). Untuk mendapatkan Izin Usaha tersebut diperlukan Data Administratif dan Data Teknis.

Data Administratif yang diperlukan adalah :

1. Akta pendirian Badan Usaha dengan lingkup usaha bidang energy dan perubahannya yang telah mendapatkan pengesahan dari instansi yang berwenang.
2. Biodata Badan Usaha ( Company Profile )
3. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
4. Surat Tanda Daftar Perusahaan ( TDP )
5. Surat Keterangan Domisili Badan Usaha.
6. Surat keterangan tertulis diatas materai mengenai kesanggupan memenuhi ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku.
7. Surat pernyataan tertulis diatas materai mengenai kesediaan dilakukan inspeksi lapangan oleh Direktorat Jenderal.

Data Teknis yang diperlukan :
1. Sumber perolehan bahan baku/bahan Bakar Nabati (biofuel) sebagai bahan bakar lain yang diusahakan.
2. Data standard an mutu (spesifikasi) Bahan Bakar Nabati (BioFuel) sebagai Bahan Bakar Lain yang akan diniagakan.
3. Nama dan merek dagang bahan Bakar Nabati (BioFuel) sebagai Bahan Bakar lain untuk retail.
4. Informasi kelayakan usaha.
5. Surat pernyataan tertulis diatas materai mengenai kemampuan penyediaan Bahan Bakar Lain (BioFuel).
6. Surat pernyataan secara tertulis diatas materai mengenai kesanggupan untuk memenuhi aspek keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan hidup.
Kewenangan Memberikan Izin Usaha Bahan Bakar Nabati (BioFuel) berdasarkan kapasitas penyediaannya ( Volume Produksi Ton Pertahun ) :
1. Kapasitas Produksi diatas 10.000 Ton/Tahun Oleh Menteri.
2. Kapasitas Produksi antara 5.000 – 10.000 Ton/Tahun Oleh Gubernur.
3. Kapasitas Produksi dibawah 5.000 Ton/tahun Oleh Bupati/Walikota.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s