Jadilah Manusia Wajib

Pola hidup manusia dewasa ini semakin kompleks. Komunitas diberbagai kehidupan merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia. Kita sebagai salah satu individu diantara sekian banyak manusia disekitarnya. Harus mampu memaknai dan menilai diri kita. Seberapa besar peran kita dalam suatu komunitas? termasuk dalam lingkup pekerjaan yang kita geluti apapun bentuknya.


Peran setiap individu menentukan keberhasilan dalam suatu organisasi. Begitu pula peranan setiap masyarakat menentukan keberhasilan suatu bangsa. Jika daya saing suatu bangsa dianggap rendah maka sesungguhnya peranan individu dalam kaitan daya saing juga rendah. Jika dalam suatu perusahaan lebih banyak individu yang merugikan maka perusahaan tersebut dapat dipastikan akan gulung tikar tinggal menunggu waktu.
Jadi share setiap individu sangat penting, produktifitas bangsa ditentukan oleh produktifitas setiap individunya. Betapa pentingnya peranan setiap individu. Semakin banyak kontribusi positif dari setiap individu maka komunitas tersebut akan semakin positif. Bagaimana kita sebagai individu melakukan refleksi positioning kita dalam suatu komunitas dimanapun kita berada ???
Dalam hukum islam khususnya fiqh terkenal dengan lima hukumnya yakni ” wajib, sunnah, makruh, mubah dan haram “. Dalam arti sempit dapat diartikan bahwa wajib adalah jika dilakukan mendapat pahala sebaliknya kalau tidak dilakukan mendapat dosa. Dalam kehidupan sebagai seorang muslim hukum wajib ini berlaku misalnya dalam sholat waktu, ibadah puasa pada bulan romadhon dsb. Sunnah adalah kalau dilakukan mendapat pahala sedangkan jika ditinggalkan tidak berdosa. Contoh ibadah mahdhoh ini banyak sekali seperti puasa senin kamis, sholat qobliah bakdiah dsb. Haram adalah berdosa kalau dilakukan dan berpahala kalau ditinggalkan. Contoh haram ini sebagai seorang muslim adalah minum minuman keras, berjudi, berzina dan sebagainya. Makruh adalah tidak berdosa kalau dilakukan tetapi berpahala kalau ditinggalkan. Contoh hukum makruh ini adalah merokok, berkumur waktu puasa dan sebagainya. Sedangkan mubah adalah tidak berdosa kalau ditinggalkan tetapi tidak berpahala pula kalau dilakukan. Contoh mubah ini adalah makan, minum, dan sebagainya.
Bagaimana meletakkan hokum tersebut dalam melakukan refleksi dalam diri kita masing masing sesuai dengan kriteria dibawah ini :
1. Manusia Wajib
Jika dalam komunitas peran kita vital dan positif. Tanpa kita komunitas atau organisasi tidak dapat berjalan dengan baik. Maka peran kita adalah menjadi manusia wajib. Sehingga keberadaan kita multak harus ada. Dibutuhkan kemampuan dan kesungguhan serta kejujuran untuk mencapai manusia wajib ini. Semangat keteladanan dan menjadi motivator adalah keniscayaan kalau mau berpredikat manusia wajib.
2. Manusia Sunnah
Peran kita dalam komunitas positif tetapi tidak mutlak. Artinya tanpa keberadaan kita komunitas masih bisa berjalan tetapi kurang maksimal. Sudah positif dan bermanfaat bagi lingkungan disekitar tetapi perannya masih bisa digantikan dengan yang lain.
3. Manusia Makruh
Peran kita zero alias nihil, lebih tidak ada kita. Keberadaan kita tidak mempengaruhi apapun bahkan lebih kepada membebani suatu team. Meskipun kita tidak menghambat laju suatu team. Secara substansi lebih baik kita tidak ada di team sehingga beban team bisa lebih ringan.
4. Manusia Mubah
Peran kita zero dan keberadaan kita juga zero ( nothing ) kita ada juga sama kita tidak ada juga sama. Posisi ini kita tidak membebani team tetapi juga tidak berkontribusi positif terhadap team.
5. Manusia Haram
Peran kita negative, membebani team pula keberadaan kita. Jika suatu bangsa banyak manusia haram maka bangsa itu akan menuju kebangkrutannya. Lebih berbahaya lagi jika manusia haram mempunyai posisi atau jabatan yang strategis tetapi menjadi manusia haram maka akan lebih mempercepat kebangkrutan suatu apapaun baik komunitas, perusahaan bahkan bangsa. Karena individu tersebut tidak saja berkontribusi negative juga menghambat perkembangannya.
Akhirnya semua berpulang pada diri kita masing masing. Apakah menjadi masusia seperti apakah kita dalam komunitas kita masing masing ?? jika kita berharap menjadi manusia wajib atau minimal manusia sunnah maka sesungguhnya kita sudah membantu komunitas kita, perusahaan kita bahkan bangsa dan Negara kita untuk maju dan Berjaya sedangkan jika kita menjadi manusia makruh, mubah bahkan haram maka sesungguhnya kita mendorong komunitas kita, perusahaan kita bahkan bangsa dan Negara kita kearah kehancuran……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s