Andai Bogor tidak di Nusantara…

Sudah sejak tahun 1998 aku bertempat tinggal di Bogor. Dari banyak hijrah ke tataran kota yang masuk Indonesia, Bogor adalah yang ternyaman dalam arti kata untuk hidup. Syarat hidup utama manusia adalah air dan Bogor adalah surganya air. Masyarakat bogor masih kental sosialnya artinya tidak terlalu individualistik. Sisi keagamaannyapun cukup bagus. Cuaca dan iklim jangan ditanya karena Bogor adalah kota hujan. Hanya ada satu sayangnya Bogor masuk kedalam wilayah Nusantara……

Akibat masuk Nusantara terbawalah Bogor kedalam carut marut kehidupan yang sudah pada tataran terendah. Bagaimana tidak para anggota Dewan yang nota bene dipilih oleh rakyat dan disuruh mewakilinya dan diberi fasilitas dan gaji yang tidak sedikit justru suaranya berseberangan dengan rakyat. Tanpa akal sehat, tanpa nalar dan etika. La mosok orang yang nyata nyata hanya sebagai pegawai negara yang gajinya bisa ditakar dan mempunyai harta milyaran rupiah yang tidak masuk akal itu malah didukung dan diagung agungkan sampai mulas perut ini membaca berita dan mendengarkan televisi. Yang sangat heran mereka dengan terang terangan lho membela korupsi tidak ada malu…….dengan terang terangan tidak suka dengan KPK secara institusi dan rakyat hanya bisa melongo dengan penuh keheranan………

Akibat Bogor masuk Nusantara masuklah Bogor menjadi daerah yang mengikuti apa maunya Nusantara. Korupsi yang meraja lela dan terbukti oleh data transparasi nasional dan internasional terbukti banyak pejabatnya yang masuk bui mulai dari lurah sampai menteri. Jika pada waktu orde baru itu rasanya imposible. Orang yang berjuang malah dikriminalisasi sedangkan para koruptor tertawa lepas dengan diamini oleh masmedia. Ini sudah diluar akal sehat etika hukum dan moral. Dimana yang salah?? Andai Bogor tidak di Nusantara….Oh nasib nasib betapa kelu hati ini hidup ditengah hiruk pikuk pada rebutan harta dan kekuasaan tanpa malu malu. Seakan kalau harta sudah ditumpuk akan hidup 1000 tahun lagi dan makan seratus piring satu hari.

Andai Bogor tidak di Nusantara pasti tidak ketemu dengan hakim Sarpin yang memutus dengan pemikiran sendiri. Kata para pakar merupakan keputusan yang sesat. Sehingga kita tidak dibuat migren dikepala kita akibat keputusan yang tidak logic itu. Akibat keputusan itu menambah kegamangan dalam pemberantasan korupsi belum lagi kriminalisasi pada jajaran pejabat KPK. Sudah dua pimpinan menjadi tersangka menyusul dua lagi…..Kata para ahli gampang saja Presiden bikin perpu untuk seleksi dan pengangkatan pejabat KPK. Akan tetapi jika pimpinan yang akan datang berani mengusik POLRI, maka siap siap saja Presiden membuat Perpu lagi…………Negeri dedel duel.

Andai Bogor tidak di Nusantara pasti punya presiden yang berani melangkah demi kebaikan itu memang kayak klise tetapi hakekat kebenaran tidak bisa ditutup tutupi dan dihilangkan ……Biarkan aku di Impichment tetapi aku tetap pada prinsipku demi rakyat dan konstitusi bukan demi Ibuku. Apakah semua akan dikorbankan demi menggenggam kekuasaan???

Andai bogor tidak di Nusantara pasti sudah hidup nyaman, aman dan sentaousa dengan umurnya yang panjang diatas 500 tahun pasti Bogor lebih arief dan bijaksana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s