LIFE SKILLS

OUT LINE TRAINING

PRODUKSI MINYAK ATSIRI

( Masoia Oils, Vetiver Oils, Ylang-ylang Oils )

OLEH : MAJALAH TRUBUS

CIMANGGIS- DEPOK

JAWA BARAT INDONESIA

DAFTAR ISI

BAB HAL

I. Selintas Tentang Minyak Atsiri ( essential oils )… 3

II. Teknik Produksi Minyak Atsiri ( essential oils )… 5

III. Sistim Penyulingan Masoia Oil …………………….. 6

IV. Sistim Penyulingan Vetiver Oil ……………………… 8

V. Sistim Penyulingan Ylang-ylang Oil ……………… 10

VI. Pembahasan Umum ……………………………………… 12

I. SELINTAS TENTANG MINYAK ATSIRI ( Essential Oils )

Ø Peran Agribisnis Terhdap Pembangunan Ekonomi Indonesia.

Indonesia yang beriklim tropis dan dikenal sebagai Negara agraris, mestinya arah pembangunan bertitik tumpu pada agro industry. Baik dalam industry Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan sebagainya.

Agro Industri dicirikan oleh padat karya dan mempunyai multiplier effek yang nyata terhadap perputaran roda ekonomi lokal maupun nasional.

Ø Pengembangan Bisnis Minyak Atsiri dan Prospeknya.

Minyak atsiri merupakan salah satu bagian dari agribisnis. Bisa masuk dalam lingkup pertanian atau kehutanan. Dalam lingkup kehutanan dikenal dengan industry hasil hutan bukan kayu ( HHBK ).

Minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman aromatic merupakan komoditas ekspor non migas yang dibutuhkan di berbagai industry seperti dalam industry parfum, kosmetika, industry farmasi/obat-obatan, industry makanan dan minuman. Dalam dunia perdagangan, komoditas ini dipandang punya peran strategis dalam menghasilkan produk primer maupun sekunder, baik untuk kebutuhan domestic maupun ekspor.

Ø Jenis-Jenis Atsiri yang Sudah, Sedang dan Potensi yang Bisa Dikembangkan.

Beberapa contoh minyak atsiri yang sudah, sedang dan punya potensi untuk dikembangkan :

Sudah Dikembangkan : Patchouly oil, Citronela oil, Vetiver oil, Cananga oil, Sandal wood oil dsb.

Sedang dikembangkan : Masoia oil, Cinnamon Bark, Ylang-ylang oil, Agarwood oil, Anis oil, dsb

Potensi Akan Dikembangkan : Mace oil, Curcuma oil, candamon oil, Lime oil. Cinnamon leaf oil, Bangle ( blm ada nama dagangnya ) dsb.

Ø Potensi Pasar Ekspor dan Domestik

Jenis ekspor minyak atsiri Indonesia : Vetiver 56.444 kg, Citronela 55.924 Kg, Patchouli 2.074.250 Kg Anis 446.528 Kg. Nut Meg 955.466 Kg ( dsb…data statistic tahun 2004 ).

Jenis Impor minyak atsiri Indonesia : Bargamot, Orange, Lemon, Lime, Citrus, Jasmin, Lavender dsb ( data statistic tahun 2004 ).

II. TEKNIK PRODUKSI MINYAK ATSIRI ( essential oil )

1. Metode Produksi Minyak Atsiri.

Pada umumnya orang memproduksi minyak atsiri dengan beberapa cara, seperti :

Ø Ekstraksi menggunakan pelarut ( solvent extraction )

Cara ini digunakan pada jenis-jenis minyak yang rendemennya sangat kecil. Jenis Bunga.

Ø Menggunakan uap langsung ( Kukus ).

Cara ini digunakan biasanya pada jenis-jenis yang tidak memerlukan tekanan tinggi diatas 1 bar. Jenis Daun.

Ø Menggunakan uap tidak langsung ( Steam boiler )

Cara ini digunakan biasanya pada jenis-jenis yang memerlukan tekanan tinggi ( diatas 1 bar ). Biasanya Kulit atau kayu.

Steam boiler ini juga bisa mempercepat proses dengan mensetting pada tekanan dan suhunya.

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Produksi :

Ø Kualitas raw material.

Ø Metode dan cara penyulingan

Ø Packaging pasca produksi.

3. Uji Sederhana Menentukan Kualitas.

Ø Komponen yang terpenting adalah :

Kandungan, Warna, Berat jenis , Indeks Bias, Putaran Optik, Kelarutan dalam alcohol, Bilangan Penyabunan.

4. Persipan Sumber Daya Manusianya ( SDM )

Ø Pada intinya unit usaha penyulingan tidak banyak menggunakan tenaga. Jumlah tenaga yang dibutuhkan terganting teknik dan cara penyulingan yang digunakan. Secara ringkas perlu disiapkan tenaga kasar dan tenaga pengelola. Tenaga kasar kisaran 4 s/d 6 orang. Tenaga pengelola 1 Orang.

III. SISTIM PENYULINGAN MASOIA OIL ( Criptocaria masoia )

1. Metode Penyulingan Masoia oil.

Karena masoia tergolong jenis kayu ( kulit kayu ), maka dalam produksi minyak atsirinya harus dengan menggunakan tekanan relative tinggi. Maka metode penyulingan yang digunakan adalah menggunakan sistim uap tidak langsung ( indirect distillation )yakni menggunakan alat steam boiler.

2. Daerah-daerah Penghasil Penghasil Raw Material Criptocarpa masoia.

Daerah-daerah tersebut umumnya di daerah Indonesia Timur, khususnya Papua dan Papua Newginie

3. Penangan Raw Material.

Kulit kayu Criptocarpa masoia yang sudah kering dipotong-potong dalam ukuran kurang lebih ( 5 x 5 ) cm. Selanjutnya digiling dengan alat Hammer mil sampai dengan ukuran sebesar pasir ( kurang lebih 60 mess ).

4. Teknik Penyulingan Masoia oil.

Ø Kulit kayu yang sudah lembut tersebut dimasukkan kedalam tangki reaktan dengan maksimal volume adalah 75 % dari volume total tangki. Jadi masih ada sisa ruangan minimal 25 %.

Ø Sebelum mulai produksi, hendaklah di teliti dahulu semua komponen variable produksi : Penutupan main hole, aliran air pendingin, aliran air untuk steam boiler, pompa=pompa air, dan sebagainya. Apabila semua sudah siap maka mulai dinyalakan burner steam boilernya.

Ø Steam boiler ditekan sampai 4 bar suhu berkisar 160 C, dengan cara ditutup valvenya. Setelah mencapai 4 bar baru valve dibuka dan di loss kan tekanan di tangki reaktan. Tujuannya untuk mengambil aromatiknya. Hal ini dilakukan selama 3 jam pertama.

Ø Selanjutnya disetting dalam tangki reaktannya dan diatur tekanannya konstan dalam 2 bar. Terus menerus sampai akhir penyulingan. Kurang lebih 9 jam.

Ø Rendemen Masoia oil kurang lebih 4 % s/d 5 %.

5. Beberapa kandungan yang penting dalam Masoia oil adalah : C10, C12, C15, C16, C18.

Sedangkan kandungan yang banyak dibutuhkan dipasar dengan volume yang cukup besar adalah C10 lebih dari 70 %.

IV. SISTIM PENYULINGAN VETIVER OIL ( Vetiveria Zizanoides )

1. Metode Penyulingan Vetiver oil.

Karena akar wangi tergolong jenis rimpang ( akar ), maka dalam produksi minyak atsirinya harus dengan menggunakan tekanan relative tinggi. Maka metode penyulingan yang digunakan adalah menggunakan sistim uap tidak langsung ( indirect distillation )yakni menggunakan alat steam boiler.

2. Daerah-daerah Penghasil Penghasil Raw Material Vitiveria Zizanoides ).

Daerah-daerah tersebut umumnya di daerah Garut jawa Barat, Purwokerto, Wonosobo, Jawa Tengah dan sebagainya.

3. Penangan Raw Material.

Ø Pada saat panen langsung dipisahkan antara akar dan daunnya dengan cara dipotong, selanjtnya dikeringkan dibawah sinar matahari.

Ø Selanjtnya akar Vetiveria zizanoides yang sudah kering tersebut dipotong-potong dalam ukuran kurang lebih 1 cm.

4. Teknik Penyulingan Vetiver oil.

Ø Akar yang sudah dipotong tersebut dimasukkan kedalam tangki reaktan dengan maksimal volume adalah 75 % dari volume total tangki. Jadi masih ada sisa ruangan minimal 25 %.

Ø Sebelum mulai produksi, hendaklah di teliti dahulu semua komponen variable produksi : Penutupan main hole, aliran air pendingin, aliran air untuk steam boiler, pompa=pompa air, dan sebagainya. Apabila semua sudah siap maka mulai dinyalakan burner steam boilernya.

Ø Steam boiler ditekan sampai 4 bar suhu berkisar 160 C, dengan cara ditutup valvenya. Setelah mencapai 4 bar baru valve dibuka dan di loss kan tekanan di tangki reaktan. Tujuannya untuk mengambil aromatiknya. Hal ini dilakukan selama 3 jam pertama.

Ø Selanjutnya disetting dalam tangki reaktannya dan diatur tekanannya konstan dalam 2 bar. Terus menerus sampai akhir penyulingan. Kurang lebih 9 jam.

Ø Rendemen Vetiver oil kurang lebih 2 % s/d 3 %.

5. Beberapa kandungan yang penting dalam Masoia oil adalah : Vetperol, Vetipenat, Palmitat, Benzoid acid.

Sedangkan kandungan yang banyak dibutuhkan dipasar dengan volume yang cukup besar adalah Vetiperol lebih dari 50 %.

V. SISTIM PENYULINGAN YLANG-YLANG OIL ( Canangium Odorotum )

1. Metode Penyulingan Ylang-ylang oil.

Canangium odorotum tergolong jenis bunga tetapi mempunyai rendemen yang relative tinggi untuk golongan bunga, maka dalam produksi minyak atsirinya bisa dengan menggunakan steam boiler.

2. Daerah-daerah Penghasil Raw Material Canangium odorotum .

Daerah-daerah tersebut umumnya di daerah Pandeglang Banten, Wonosobo, Jawa Tengah dan sebagainya.

3. Penangan Raw Material.

Ø Untuk menghasilkan raw material yang kandungan rendemennya tinggi panen dilakukan pada malam hari dan sebelum subuh. Diusahakan harus hari itu juga disuling agar tidak mengalami layu dan busuk yang akan menurunkan kualitas minyaknya.

Ø Selanjutnya dalam proses pasca panen dan pengangkutan harus dijaga kondisi suhu. Sebaiknya menggunakan Air conditioning agar suhunya dapat terus dikontrol sebelum disuling.

4. Teknik Penyulingan Ylang-ylang oil.

Ø Bunga yang sudah masih fresh tersebut dimasukkan kedalam tangki reaktan dengan maksimal volume adalah 75 % dari volume total tangki. Jadi masih ada sisa ruangan minimal 25 %.

Ø Sebelum mulai produksi, hendaklah di teliti dahulu semua komponen variable produksi : Penutupan main hole, aliran air pendingin, aliran air untuk steam boiler, pompa=pompa air, dan sebagainya. Apabila semua sudah siap maka mulai dinyalakan burner steam boilernya.

Ø Steam boiler ditekan sampai 2 bar suhu berkisar 130 C, dengan cara ditutup valvenya. Setelah mencapai besaran diatas baru valve dibuka dan di loss kan secara terus menerus sampai 8 jam.

Ø Selanjutnya pada saat 2 jam terakhir, disetting dalam tangki reaktannya dan diatur tekanannya konstan dalam 1 bar.

Ø Rendemen Ylang-ylang oil kurang lebih 1 % s/d 2 %.

5. Beberapa kandungan yang penting dalam Ylang-ylang oil adalah : Betha Caryophyllene, Farnesen, Alpha caryophyllene.

Sedangkan kandungan yang banyak dibutuhkan dipasar dengan volume yang cukup besar adalah Betha Caryophyllene lebih dari 37 %.

VI. PEMBAHASAN UMUM

1. Tantangan dan Resiko :

Ø Bahan Baku.

Bahan baku memegang peranan yang sangat penting agar tujuan produksi yakni memperoleh hasil baik kualitas maupun kuantitas bias maksimal.

Mengingat bahan baku ini adalah hasil dari alam maka biasanya terjadi variasi. Misal tegakan yang dibawah naungan dan yang tidak, umur, jenis ( varietas ), kandungan unsur hara pada tapak tanamnya dan sebagainya.

Meminimalkan resiko ini adalah dengan menggunakan uji sample. Bisa dengan menggunakan penyulingan mini. Ini untuk mengurangi kerugian dalam pembelian bahan baku.

Ø Produksi.

Salah satu resiko produksi minyak atsiri adalah factor produksi. Keslahan teknis dan manusia harus bias diminimalisir. Maka perlunya manajemen produksi yang terencana dengan baik akan mengurangi resiko produksi ini.

Ø Pemasaran.

Pasar ini punya tantangan tersendiri, pada saat ini petani/pelaku penyuling langsung dalam kondisi lebih lemah disbanding buyer/pengumpul/pengeksport. Karena fluktuasinya harga sedangkan biasanya petani/penyuling cepet-cepet membutuhkan dana, maka begitu ada produk langsung dijual meskipun harga sedang kurang bagus.

2. Membangun Jaringan Pemasaran.

Ø Mengingat sisi kelemahan dari resiko pemasaran, maka perlunya dibangun jaringan pemasaran. Syukur dari hulu ke hilir. Tetapi minimal diperlukan persatuan yang kokoh dari para penyuling agar mempunyai posisi tawar yang kuat.

Ø Selama ini dari berbagai kasus banyak ditemukan penyuling di kooptasi oleh pemilik modal ( pengumpul/eksportir ) dengan Akibatnya harga mengikuti pembeli. Ini yang dirasa masih kurang adil.

Ø Maka perlunya dibentuk kelembagaan yang berfungsi dan berperan sebagai instrument kekuatan tawar dari para petani/penyuling. Memang sudah banyak organisasi yang serupa, akan tetapi peran sebagai instrument kekuatan tawar belum terlihat.

3. Mengembangkan Teknik Pemurnian Minyak Atsiri ( Purifikasi )

Pada umumnya usaha penyulingan di indonesia masih sebatas pada tataran Crude oil. Belum melangkah pada produksi yang lebih hilir. Kita mengeksport minyak atsiri dalam bentuk crude oil sehingga harganya masih murah, sedangkan pengolahan selanjutnya dilakukan diluar dan balik ke Indonesia ( import ) dalam kondisi yang sudah relative murni atau murni dengan harga yang berlipat-lipat. Misal minyak cengkeh ( clove oil ) dalam bentuk crude oil sangat murah, sedangkan kalau sudah menjadi eugenol murni sangat mahal. Begitu juga pada Myristica oil atau Nut Neg oil menjadi Nut Meg Kristal dan masih banyak lagi…………………….

3 responses to “LIFE SKILLS

  1. teguh seksiono djoezar

    Ayooo ini opprtunity yang cukup bagus, cepet akses…………………

  2. pak teguh, lokasi penyulingan yang kami miliki di daerah sukabumi. selama ini kami mengalami kesulitan pemasaran, karena produksi kami sedikit kami besar biaya transportasi dan akomodasi. mungkin pak teguh bisa membantu untuk pemasaran di sekitar sukabumi.terimakasih.

  3. telah banyak saya mengetahui peluang bisnis tetapi belum pernah ada yang membuat hati tergerak. perkenalan dengan atsiri ini ada perasaan berbeda, yang menggugah, mendorong, membuat hati terasa srek. pak teguh tolong bantu saya untuk mewujudkañya di Berau.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s