Telahaan Kritis Tentang Asap ” Siapa yang bisa menjadi kambing hitam ??”

Setiap tahun media baik cetak maupun elektronik dihebohkan oleh berita tentang asap.  Seiring dengan hujan maka hilang asap hilang pula pemberitaannya. Begitu masuk musim kemarau, maka kembali asap akan timbul, hebohlah berita, tidak terkecuali para birokrat, bahkan pada level ring 1 termasuk Prsedien sibuk tentang asap. Kerugian ekonomi tidak terhitung baik langsung maupun tidak langsung. Penerbangan yang terganggu akan menimbulkan multiplier effect yang tidak kecil karena asap. Baca lebih lanjut

Kegelisahan Masyarakat Bola Indonesia

Sejak kabinet kerja kerja kerja mulai bekerja. Belum kelihatan produk yang mempunyai deferensiasi dengan kabinet sebelumnya tetapi sayangnya jauh lebih buruk. Baik sisi ekonomi yang mengalami pertumbuhan yang jauh dari rencana, hal ini menyebabkan penyerapan tenaga kerja menurun. Sementara pertumbuhan penduduk tidak turun. Otomatis pertambahan angka pengangguran. Dari aspek hukum bagaimana kelumpuhan KPK. Bagaimana strategi memenangkan seseorang yang diinginkan untuk tetap menjabat. Dan masyarakat lupa tidak ada reaksi. KPK menjadi bulan bulanan pengadilan, kepolisian dan sangat menyedihkan. Tidak kalah menyedihkan dan menyayat hati adalah bidang olahraga khususnya sepakbola. Salah satu cabang olahraga terpopuler dan mempunyai sejarah yang sangat panjang di Indonesia. Baca lebih lanjut

Andai Bogor tidak di Nusantara…

Sudah sejak tahun 1998 aku bertempat tinggal di Bogor. Dari banyak hijrah ke tataran kota yang masuk Indonesia, Bogor adalah yang ternyaman dalam arti kata untuk hidup. Syarat hidup utama manusia adalah air dan Bogor adalah surganya air. Masyarakat bogor masih kental sosialnya artinya tidak terlalu individualistik. Sisi keagamaannyapun cukup bagus. Cuaca dan iklim jangan ditanya karena Bogor adalah kota hujan. Hanya ada satu sayangnya Bogor masuk kedalam wilayah Nusantara……

Baca lebih lanjut

Perijinan yang Merusak akal sehat

Akhir akhir ini seiring meningkatnya harga minyak dunia dan menipisnya energi fosil maka ramai ramailah orang memikirkan energi alternatif. Energi yang terbarukan. Tidak terkecuali juga dalam energi tenaga listrik. PLN yang masih menggunakan minyak solar secara ekonomi sudah sangat mahal sehingga mau tidak mau PLN harus berhijrah menggunakan energi yang lebih murah sukur energi yang terbarukan dan ramah lingkungan alias green energi.  Sesuai Permen ESDM no 27 Tahun 2014 tentang Pembelian Tenaga Listrik dari Pembangkit Listrik tenaga Biomassa dan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PERSERO) maka semakin kuat secara payung hukum untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga biomassa. Baca lebih lanjut

Sebenarnya HUKUM Milik siapa ??

Dalam kehidupan sehari hari banyak ditemui segala tetek bengek permasalahan, baik menyangkut individu dengan individu, individu dengan pemerintah, individu dengan institusi swasta, maupun sebaliknya bahkan antar lembaga yang sama juga memungkinkan untuk saling bermasalah. Untuk membuktikan hal tersebut gampang saja coba tengok sebentar saja berita di media elektronik apa saja yang tersaji dalam berita tersebut, masih kurang puas coba kita baca di media cetak apa yang tersaji dalam berita tersebut… Baca lebih lanjut

Jadilah Manusia Wajib

Pola hidup manusia dewasa ini semakin kompleks. Komunitas diberbagai kehidupan merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia. Kita sebagai salah satu individu diantara sekian banyak manusia disekitarnya. Harus mampu memaknai dan menilai diri kita. Seberapa besar peran kita dalam suatu komunitas? termasuk dalam lingkup pekerjaan yang kita geluti apapun bentuknya.

Baca lebih lanjut

ENERGI BARU DAN TERBARUKAN ” better late than never “

Indonesia sudah 69 Tahun sejak kemerdekaannya tahun 1945, banyak hal yang masih harus diperjuangkan negeri ini agar rakyat Indonesia benar benar merasakan kemerdekaan. Negara hendaknya mencukupi kebutuhan dasar manuasia sepert  sandang, pangan, papan, pendidikan, dan energi. Khususnya untuk bidang energi dengan jumlah penduduk yang besar serta tersebar secara tidak merata merupakan suatu tantangan yang tidak ringan.  Ketahanan energi merupakan keharusan yang secara sungguh sungguh harus segera diwujudkan. Baca lebih lanjut

Sekali lagi tentang Pemilu dan Pengetahuan Calon

Setiap lima tahun, bangsa Indonesia rutin melakukan hajat demokrasinya yakni pemilihan umum. Kegiatan tersebut bertujuan mengadakan pemilihan Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Tingkat I dan Tingkat II. Pertama kali Pemilu diadakan tahun 1955, kemudian terhenti dan mulai lagi sejak tahun 1972, zaman orde baru hingga saat ini. Biaya, tenaga, darah dan air mata dari kegiatan Pemilu ini sudah tidak terhitung, luar biasa besar. Hal tersebut wajar wajar saja karena kita memilih jalan demokrasi la roi bafih ( tidak ada keraguan atasnya ) dus berarti kita meyakini kebenaran orang banyaklah yang menentukan bukan kebenaran yang sejati karena mengikuti faham barat “suara rakyat adalah suara Tuhan”. Apalagi menjelang pemilu 2014 ini, hingar bingar diskusi, promosi, pembuatan kesan, membangun amage, membangun presepsi, sampai pada kampanye putih, kampanye hitam khususnya di media elektronik yang berkembang sangat pesat pada dekade terakhir ini. 

 

Baca lebih lanjut

Koridor Untuk Hasil Hutan Bukan Kayu Lewat Udarakah ???

Di Indonesia menganut negara hukum bukan negara kekuasaan. Maka diatur tata urutan perundang undangan dan peraturan. Urutan yang lebih tinggi sebagai acuan peraturan yang lebih rendah. Adapun ururtan perundang undangan dan peraturan-peraturan adalah sebagai berikut :

  • Ketetapan MPR
  • Undang-Undang/Perpu
  • Peraturan Pemerintah
  • Peraturan Presiden
  • Keputusan Presiden
  • Peraturan Menteri
  • Instruksi Presiden
  • Keputusan Menteri
  • Surat Edaran Menteri
  • SK eselon I
  • Peraturan Daerah

Di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II penamaan Departemen diganti menjadi Kementerian. Dalam setiap kementerian biasanya seorang menteri banyak mengeluarkan Peraturan Menteri. Tidak terkecuali untuk Kementerian Kehutanan.

Baca lebih lanjut

ASAP YANG JADI MASALAH

Hampir setiap tahun dari zaman baheula untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan selalu panen asap, khususnya pada musim kemarau. Hanya pada tahun terakhir ini setelah terbukanya informasi dan kesadaran akan pentingnya udara bersih untuk menjaga kesehatan maka menjadi head line news baik media elektronik maupun media cetak tak ketinggalan pula media soisial. Ramai dan silang sengkarut informasi sama halnya dengan hilangnya pesawat Malaesia Air Line MH 370 yang menimbulkan banyak spekulasi.

Baca lebih lanjut

STUDY PENGEMBANGAN BISNIS BIO DIESEL

I. PENDAHULUAN
Biofuel atau Bahan Bakar Nabati ( BBN ) merupakan jenis bahan bakar cair yang relative baru di Indonesia. Nama lain yang digunakan secara umum selain biofuel adalah biodiesel, dan biosolar.

Baca lebih lanjut

Persyaratan dan Prosedur Perijinan IUPHHK HTI

Persyaratan

A. Persyaratan Administrasi

  • Pemohonan IUPHHK-HTI
  • Akte Pendirian Koperasi/Badan Usaha
  • Surat Izin Usaha Dari Instansi Yang Berwenang
  • Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Pernyataan Yang Dibuat di Hadapan Notaris Yang Menyatakan Kesediaan Untuk Membuka Kantor Cabang di Provinsi dan atau Kabupaten/Kota
  • Rencana Lokasi yang di Mohon Yang Dibuat Oleh Pemohon
  • Rekomendasi Gubernur
  • Pertimbangan Bupati
  • Pertimbangan Teknis Kepala Dinas Kehutanan Kab/Kota
  • Analisis Fungsi Kawasan Hutan Oleh Kepala Dinas Kehutanan
  • Analisis Fungsi Kawasan Hutan Dari Kepala BPKH
  • Baca lebih lanjut

Mind Set Illegal Loging dan Birokrasi TUK

” Dewasa ini potret buram kehutanan Indonesia didominasi oleh persoalan kronis dalam berbagai bentuk malpraktek pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya hutan. Perambahan hutan meningkat, penebangan liar dan penyelundupan kayu ilegal semakin marak, sementara konflik sosial semakin besar skala dan intensitasnya. Ironis gerakan reformasi dan penerapan desentralisasi yang semula diharapkan akan mampu mewujudkan rekonstruksi sektor kehutanan ke arah yang lebih baik, justru memperburuk kinerjanya.  Ujungnya-ujungnya, laju kerusakan hutan Indonesia sejak tahun 2003 telah menyentuh bilangan jutaan hektar. Tidak kurang dari 3,8 juta hektar pertahun !!!! Sementara kerugian yang diderita negara diperkirakan mencapai Rp. 30.4 trilyun pertahun. Sebuah gugatan pun mengemuka sebagai respon dari potret buram diatas. Apakah sejak awal pembangunan kehuatanan nasional tidak memiliki cetak biru sebagai skenario???Atau apakah implementasi cetak biru pembangunan kehutanan selama ini tidak sesuai dengan skenario yang telah dirancang?? QUO VADIS ” demikian salah satu tulisan dalam buku Hutan Tanaman Industri : Skenario masa depan kehutanan  Indonesia, Pengantar Penerbit hal xii.

Baca lebih lanjut

HTI, Zaman Reformasi dan HGU

 A.     Selintas Tentang Hutan Tanaman Industri  (HTI)

Setelah masa keemasan Hak Pengusahaan Hutan ( sekarang disebut Izin Usaha  Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Alam IUPHHK-HA), sekarang pemerintah sedang giat giatnya mengembangkan Hutan Tanaman Industri HTI dalam istilah perizinannya disebut Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu dalam Hutan Tanaman Industri.

Baca lebih lanjut

Pertanyaanku Padamu

Perjalanan bangsa ini ibarat perjalanan manusia sudah memasuki masa tua karena sudah lebih dari 60 tahun. Berarti sudah cukup kenyang mengalami pasang dan surutnya kehidupan. Pranata-pranata yang kurang efisien mestinya sudah direformasi. Tetapi banyak sektor kehidupan ini yang carut-marut seakan tidak terurus, bahkan terjadinya kecenderungan yang menjadi tanggung jawabnya malah dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi dan golongan serta keluarganya. Apakah hikmah yang terkandung dalam seluruh kehidupanmu??

Baca lebih lanjut

Mari Beternak Lele…..

Kebutuhan protein dimasyarakat terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan peningkatan pendatan pergros domestik produk. Salah satu pemenuhan kebutuhan protein hewani bisa didapatkan dari lele ( cat fish ). Menjamurnya ” pecel lele ” di warung-warung tenda semakin mendongkrak kebutuhan lele. Dewasa ini kebutuhan lele di wilayah Jabodetabek saja sudah demikian tingginya dan cenderung masih kekurangan suplly karena masih mendatangkan dari daerah Jawa. Menurut beberapa praktisi peternak lele kebutuhan lele masih kurang 30 Ton perharinya untuk wilayah Jabodetabek.

Lele merupakan ikan yang relatif mudah dibudidayakan karena persyaratan-persyaratan hidupnya yang tidak terlalu sulit dan dapat dilakukan pada areal yang sempit. Sudah banyak tulisan-tulisan di Blog yang mengulas tentang budi daya ikan ini. Namun kami akan mengulas sedikit berdasarkan pengalaman dilapangan.

Baca lebih lanjut

Prospek HTI Pulp dan Kertas

(Saduran dan Ulasan dari tulisan Reinald Kasali ” Industri Hutan Brazil dan Indonesia ” di koran Sindo tanggal 24 Maret 2010 hal 1)

………..secara keseluruhan pemandangan hutan tropis Brazil selalu mendapat pujian. Brazil tahu persis hutan-hutan mana yang harus mereka tanam kembali, lindingi dan mana yang tidak boleh dijamah manusia. Semua ini berawal dari dibentunya Brazilian Forest Development Institute pada bulan Februari 1967 yang berhasil merumuskan ketentuan perundang-undangan kehutanan secara komprehensif.

Baca lebih lanjut

Privileged

Kediplinan suatu bangsa bisa dilihat dari cara berlalu lintas…….demikian kata banyak pakar soisal.  Memang benar di negara berkembang cenderung lalu lintas tidak teratur dan terkesan seenak sendiri. Kalau kita potret lalu lintas di negara kita Indonesia tercinta ini betapa kesemrawutan, kemacetan akibat lalu lintas yang malang melintang seakan tidak ada aturan, serta kecenderungan untuk seenak wudelnya sendiri. Padahal undang-undang lalu lintas sudah tidak kalah garangnya untuk mengatur agar lalu lintas teratur dan nyaman untuk seluruh warga. Tapi kenapa sampai sekarang seakan penyakit menahun yang tak bisa kunjung bisa disembuhkan???

Baca lebih lanjut

Standart Of Nutmeg Oil

Seringkali kita kebingungan dalam menilai apakah hasil penyulingan minyak kita standart atau itu tidak. Sehingga layak untuk dijual khususnya dalam kualitas. Standart kualitas tersebut hanya bisa diuji dengan Uji laboratorium dengan menggunakan alat Gastromatografi. Berikut ini dapat dijadikan salah satu acuan standart minyak pala atau Nutmeg oil.

Baca lebih lanjut

Refleksi Membangun Usaha Minyak Atsiri ( lanjutan )

Episode yang lalu kita telah mempersiapkan condensor dengan baik,  dari sisi kapasitas alatnya maupun volume air pendinginnya. Selanjutnya kita perhatikan air yang beada di steam boiler maupun di dalam tabung reaktan ( jika menggunakan uap langsung ). Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah berapa volume uap yang dibutuhkan untuk mendistilasi voleme bahan baku dan volume tabung. Jika uap terlalu kecil maka tidak akan mampu membawa secara maksimal uap di tabung untuk keluar ke condensor. Hal ini akan berakibat rendemen akan kecil.  Kalau volume uap terlalu besar maka akan terjadi ketidak efisienan di kalori sehingga bahan bakar akan boros.

Baca lebih lanjut

Refleksi Membangun Usaha Minyak Atsiri

Membangun usaha adalah sesuatu yang khas dalam hidup ini.  Khas karena sifatnya yang khusus. Dalam tulisan-tulisan terdahulu sudah banyak dikupas tentang bagaimana membangun usaha dan jurus-jurus mulai membangun usaha. Pada episode ini lebih banyak akan dikupas setelah bendera usaha kita kibarkan khususnya dalam usaha minyak atsiri, apa yang dialami dan bagaimana lika dan likunya.

Baca lebih lanjut

Demokrasi dan Kebenaran Sejati

Banyak ragam sistim yang dipilih oleh suatu komunitas besar yang kita sebut negara jika ada rakyatnya, ada pemaerintahnya dan ada wilahnya. Mulai dari sistime kerajaan atau monarchy sampai pada demokrasi ala amerika. Pada akhir-akhir ini kita semua meyakini bahwa demokrasi adalah sistim yang benar-benar terbaik dan pasti akan mendapatkan kebenaran sejati. Jadi ” tidak ada keraguan tentang demokrasi “.

Baca lebih lanjut

Minyak atsiri dan Produk Unggulan

Sore ini sambil nyantai saya mendengarkan radio yang salah satu themanya adalah pidato menteri UKM ( Usaha Kecil Menengah ) yang menyatakan bahwa produk unggulan UKM adalah ukiran jepara dan kerajinan perak Bali.  Ya kita sangat setuju, akan tetapi masih banyak sesungguhnya produk unggulan dan telah terbukti peran ekspornya dari zaman baheula sampai sekarang. Kalau kita ingat Belanda dulu datang ke Indonesia karena salah satunya adalah daya tarik rempah-rempahnya. Bahkan Belanda mampu membangun perkebunan-perkebunan di seluruh antero Nusantara dan  masih bisa dinikmati sampai sekarang.  Justru sekarang ini perhatian terhadap produk unggulan ini sangat rendah, bahkan cenderung dibiarkan berjalan tanpa dukungan yang cukup berarti…
Baca lebih lanjut

Hukum dan Keadilan

Wah sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini, maklum kadang-kadang fokus hidup terdapat pergeseran sehingga kadang kita lebih kepada fokus tertentu dan meninggalkan fokus yang lain. Ini pula yang menyebabkan lama absen menulis di blog ini karena sedang fokus dibidang lain…………
Baca lebih lanjut

Refleksi hidup……

Waktu ibarat angin yang mengalir dan tidak bisa direm….terus berjalan, berputar, menuju kemana??? apa yang dia tuju??berakhir dimana?? kita tidak tahu hanya kita meyakini akan berakhir setelah memasuki alam absolut ” akherat ” dimana ruang dan waktu sudah nisbi…….menurut Syech Siti Jenar alam yang kita sebut hidup ini sesungguhnya alam kematian sedangkan setelah kita mati sesunggguhnya itu alam kehidupan….
Baca lebih lanjut

Free your mind…….

Hidup kita pada hakekatnya adalah suatu prosess. Setiap proses tentu mengharuskan memerlukan waktu. Selama berproses tersebut senantiasa selalu mengalami pengalaman demi pengalaman. Ada pengalaman pahit ada pengalaman manis, ada pengalaman lucu, ada pengalaman malu, ada pengalaman sedih, ada pengalaman bahagaia, ada pengalaman sukses alias berhasil, ada pengalaman gagal bahkan sampai total. Setiap insan pasti mengalaminya termasuk nota bene orang-orang yang dikategorikan sukses atau berhasil juga mengalami hal yang sama.
Baca lebih lanjut

Pemilu, Sisitim Kekuasaan dan Elit Politik.

Pemilu ( Pemilihan Umum ) telah memanggil kita seluruh rakyat menyambut gembira, hak demokrasi pancasila…..dan setrusnya adalah mars pemilu pada zaman orde baru. Pemilu dari masa ke masa dengan warna dan hakekat hasil yang berbeda-beda. Pada zaman orde baru pemilu secara hakekat adalah pemilu formalitas. Bagaimana tidak, mulai dari proses pemilihan umum itu sendiri, kompisisi anggota MPR antara yang diangkat dan dipilih, sistim partai politik khususnya Golkar secara ineternal yang menempatkan Dewan Penasehat sebagai kekuasaan tertinggi bisa membatalkan Munas dan membubarkan kepengurusan dan sebagainya adalah sistim-sistim yang diciptakan agar kekuasaan akan langggeng. Tiga jalur yang memungkinkan untuk pengambil alihan kekuasaan pada zaman orde baru ditutup rapat-rapat. Jalur Politik, Jalur TNI dan jalur Birokrasi. Jalur politik diciptakanya sistim kekuasaan yang berujung pada satu titik kekuatan yakni Dewan pembina, jalur TNI sangat jelas karena Presiden adalah panglima tertinggi ( PANGTI ) sedangkan jalur birokrasi diciptakan sistim monoloyalitas………..jadi kalau tiadak hanya karena Tuhan saja kekuasaan tidak akan berubah..???? Penikmat kekuasaan yang seperti ini adalah para elit politik. dengan aksesibilitas yang besar pada aset-aset ekonomi memungkinkan para elit politik menumpuk harta dan itu syah-syah saja sepanjang tidak merusak sistim kekuasaan yang dibangun.
Baca lebih lanjut

ASap CaiR Suatu PeluAng

Pembakaran sering kali membuat pemerhati lingkungan berteriak karena akan menghasilkan gas carbon dioksida ( Co2 ) dan secara faktual memang kalau kadar berlebihan menyebabkan terganggunya saluran pernafasan atas ( Isfa ). Maksud pembakaran ini adalah pembakaran dengan menggunakan kayu bakar.

Padahal pembakaran dengan menggunakan kayu bakar atau batok kelapa akan memberikan nilai yang lebih baik secara  kesehatan, ekonomi maupun lingkungan.  Beberapa waktu yang lalu sebuah pabrik tahu di daerah Jakarta di grebeg dinas kepolisian karena diduga menggunkan bahan formalin dalam memproduksi tahunya agar awet alias tahan lama. Tentu saja penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan entah itu tahu, ayam potong, daging sapi, ikan dan sebagainya sangat membahayakan bagi kesehatan tubuh manusia dan penggunaan formalin ini telah dilarang keras oleh pemerintah via Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan ( POM ).  Tentu produsen memerlukan zat pengganti pengawet makanan ini, yang lebih sehat, alami tanpa bahan kimia yang berbahaya. Karena memang suka tidak suka, mau tidak mau bahan-bahan makanan seperti tahu, ikan, bahkan buah-buahan yang harus dikirim ke lain daerah dan memerlukan waktu yang relatif lama memerlukan bahan pengawet. Salah satu yang memenuhi syarat untuk bahan pengawet yang alami, sehat dan tanpa bahan kimia adalah asap cair.
Baca lebih lanjut

Kereta Api, Kecerdasan Emosi Masyarakat….

Kala pagi tiba dan kewajibanku pagi itu harus ke kantor jakarta yang letaknya deket dengan musium nasional ( Monas ) maka pilihan terbaikku adalah menggunakan jasa kereta api, selain lebih efisien secara ekonomi juga lebih nyaman, bisa istirahat. Kereta yang di gunakan oleh PT. KAI adalah ketera pakuan yang konon hibah dari pemerintah Jeepang. Memang sih masih sangat kelihatan huruf-huruf kanji yang tertempel didinding-dinding kereta. Masih cukup bagus mungkin untuk ukuran Indonesia masih sangat bagus, bersih, nyaman karena semua ber AC. Keamanannya pun relatif terjamin karena pintu semua tertutup pada saat kereta jalan dan membuka secara automatic pada saat penumpang akan turun pada tempat-tempat yang telah ditentukan.
Baca lebih lanjut

Analisa Makro Minyak Nilam

Tanaman Nilam ( Pogostemon cablin Benth ) merupakan salah satu penghasil minyak atsiri yang penting. Nilam dapat tumbuh dan berkembang didataran rendah sampai tinggi. Menurut beberapa pustaka nilam dapat ditanam sampai pada ketinggian 1200 m dpl. Akan tetapi nilam akan tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 50 – 400 m dpl. Tanaman ini mengehendaki suhu yang panas dan lembab, serta membutuhkan curah hujan yang merata sepanjang tahun. Curah hujan yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman nilam berkisar antara 2000 – 2500 mm/th, suhu optimum 24 – 28 C dengan kelembaban lebih dari 75 %.
Baca lebih lanjut

Revolusi Budaya

Aku termasuk dalam kelompok klub ” Gaptek” alias gagap teknologi. Betapa fenomena yang luar biasa terjadi perubahan yang demikian dahsyat dalam teknologi informasi dalam dekade terakhir.
Pada saat-saat zaman sekolah dulu, telephon rumah masih sangat jarang, sehingga komunikasi tercepat kalau “meminta” arus kas dari ortu ya lewat “telegram” menggunakan jasa Telkom. Memang dengan keterbatasan teknologi memaksa kita menggunakan kata atau kalimat yang efisien, tetapi penerimanya akan mampu memahami keseluruhan berita yang kita sampaikan. Dalam telegram cukup kita tulis ” Putro waras artho telas ” ortu kita sudah memahami kondisi kita dan apa yang kita butuhkan.
Baca lebih lanjut

Membangun Pendidikan dan Industri…………

Pendidikan pada hakekatnya adalah meningkatkan sumber daya manusia melalui jalur formal.  Dengan ditetapkannya Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) sebesar 20 % merupakan suatu modal dasar untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan.
Baca lebih lanjut

Solusi Sosial Pembangunan HTI…………

Hutan adalah asosiasi tumbuhan berkayu yang menyebabkan terciptanya iklim mikro. Hutan tanaman industi adalah pengelolaan hutan yang bertujuan produksinya untuk mensuplai industri yang terkait. Berdasarkan kelas hutannya HTI terdiri atas kelas hutan kayu perkakas, kelas hutan kayu pulp. kelas perusahaan kayu energi.
Pembangunan hutan tanaman di luar pulau Jawa diawali dengan pencanangan program timber estate tahun 1980 an, yang dalam perkembangannya menjadi Hutan tanaman industri (HTI). Hal tersebut dibangun dalam rangka meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur intensif guna memenuhi bahan baku industri kehutanan.
Baca lebih lanjut

MARKETING MINYAK ATSIRI ( Bag II )

Refresh :
Pemasaran minyak atsiri, menurut hemat penulis terdiri dari :
1. Rantai konvensional : Penyuling, Pengepul dan Eksportir.
2. Rantai non konvensional : End users ( Fabrikan ) dan Individual.

Dalam bagian II ini kita akan membahas marketing minyak atsiri dengan pola rantai non konvensional, yakni melalui End users ( Fabrikan ) dan Individual.
Baca lebih lanjut

Marketing Minyak Atsiri Bag I

Komoditi minyak atsiri sebagian besar bahkan hampir seluruhnya boleh dikatakan merupakan komponen lokal. Sedangkan pasarnya sebagaian besar adalah pasar ekspor. Namun anehnya dalam neraca perdagangan minyak atsiri dan turunannya berdasarkan statistik tahun 2004 adalah minus. Artinya lebih besar impor dari ekspor. Nilai ekspor pada tahun 2004 adalah sekitar 47 Juta dollar, sedangkan nilai impornya 217 juta dollar. Kenapa demikian???
Baca lebih lanjut

Beberapa Contoh Sistim Penyulingan………

Berikut diberikan beberapa contoh sistim penyulingan yang teneranya mewakili Kayu, Bunga dan Rimpang :

I. SISTIM PENYULINGAN MASOIA OIL ( Criptocaria masoia )
Baca lebih lanjut

Membangun Bisnis Atsiri…..Bag II

Setelah kita mengenal apa itu atsiri, mari kita lebih jauh menyelami prosesnya………..
Baca lebih lanjut

Peluang Usaha Minyak Atsiri…..Bagian I

Diera sekarang ini era yang penuh dengan ketidak pastian, gelombang PHK dimana-mana. Berimplikasi pada turunya konsumsi, barang menumpuk, harga cenderung turun  karena over supply barang. Pengusaha puyeng tujuh keliling, karyawan dan bekas karyawan pada putus asa seakan sudah tidak ada hari esok. Bahkan lebih jauh lagi…diprediksi tahun 2009 ekspor akan turun 50 %. In dikatornya bulan Nopember ekspor turun 11 %. Apakah dunia ini akan kiamat??? tidak jawabku tegas dalam salah satu trainning yang diadakan oleh salah satu majalah agribisnis terkenal. Masih ada peluang-peluang yang cukup besar untuk bisa dilakukan. Turunnya konsumsi produk-produk tersier tidak bisa dipungkiri akan tetapi menggarap suatu produk yang seratus persen ( 100 % ) produk lokal dengan konsumsi lokal dan ekspor.
Baca lebih lanjut

REFLEKSI Tahun 2008 Untuk mengarungi Tahun 2009

picture-0000 Detik demi detik berganti jam demi jam terus menerus sehingga berganti bulan dan tak terasa sudah 365 hari, 12 bulan kita lalui selama tahun 2008. Hari ini 31 Desember 2008. Segala rasa, segala suasana, segala warna kita lalui. Ada saat sangat berbahagia berbinar-binar ada saat duka nestapa. Suasana riuh rendah ramai, pernah pula kita alami saat yang sangat sepi menyayat. Ada saat warna kelam, kadang juga kita alami keabu-abuan, lain waktu kita ngalamin yang terang benderang.
Baca lebih lanjut

Ekonomi Kerakyatan dan Potensi Daerah Setempat…

Hempasan demi hempasan ekonomi makro terus mendera bangsa bahkan dunia ini. Mulai dari tahun 1997, dengan krisis moneter, belum lagi sembuh terus beruntun didera oleh bencana alam yang menyedot energi dan materi yang tidak sedikit. Hampir dikatakan tanpa putus bencana yang melanda tanah air. Kayak alunan musik yang terus bergantian. Belum lagi dampaknya terobati telah mendera lagi harga minyak yang membubung tinggi, bahkan pernah menyentah 145 US $ per barel. Meskipun sekarang ini harga minyak masih dalam kisaran 105 US $ perbarel. Bisa dibayangkan turbulensi ekonomi yang demikian berat. Ada indikasi prediksi dari buku ” global paradoksnya John Neisbit  ” mendekati kenyataan. Dimana lembaga-lembaga ekonomi besar di Amerika mulai runtuh mulai dari “subpreme mortgage, disusul Lehman Brothers bangkrut dengan utang 613 miliar US $, Merrryl Lynch diauisisi Bank of America senilai 50 miliar US $ dan  diindikasikan lagi akan berdampak domino kepada lembaga-lembaga keuangan berikutnya……….yang jelas bursa terguncang dengan anjloknya indeks.

Baca lebih lanjut

RIZQI Itu Apa ??

Kebetulan tidak membawa kamus bahasa Indonesia karangan Purwo Darminto, sehingga tidak dapat memberi batasan versi kamus. Bahasan disini mengambil sudut pandang dari sisi ” orang kebanyakan “. Secara umum orang memandang rizqi hanya dari sudut yang sangat sempit, seperti hitungan duit yang masuk kekantong. ” Rasanya kita sudah berdoa habis-habisan dan berusaha-kaki untuk kepala dan kepala untuk kaki. Tetapi kok begini-begini saja ya…” sering terlintas ada dibenak kang Dadang. Seorang pedagang di Pasar Anyar Bogor. Lain lagi cerita kang Iwan ” aku sudah mengikuti petunjuk ustadz untuk sholat dhukha setiap hari…tanpa boleh terlewatkan dan bukankah sholat Dhukha sebagai pembuka pintu rizqi??”tapi kok ya tidak berubah-berubah masih kayak keneh…..katanya. Lain lagi cerita Mas Joko ” Aku disuruh tirakat puasa saat hari lahir dan diteruskan puasa senin kamis……..sudah kujalani dengan penuh “keikhlasan” tapi kok ya nggak ada perubahan. Ada lagi celotehan dari Teh Aan ” Abdi disuruh Mamak ( Kyai ) untuk sholat malam setiap hari kecuali pas haangan……Alkhamdulillah tak jalanin dengan penuh ketekunan tapi ya…lagi-lagi kok masih susah susah juga ya……………

Baca lebih lanjut

IstanA BoGor dan Keanehannya……..

Langsung ke: navigasi, cari

Istana Presiden di Bogor

Istana Presiden di Bogor

Istana Bogor merupakan salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri. Keunikan ini dikarenakan aspek historis, kebudayaan dan fauna yang menonjol. Salah satunya adalah adanya rusa – rusanya yang indah yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang.

Saat ini sudah menjadi trend warga Bogor dan sekitarnya setiap hari Sabtu, Minggu dan hari libur lainnya berjalan- jalan diseputaran Istana Bogor sambil memberi makan rusa- rusa indah yang hidup di halaman Istana Bogor dengan wortel yang diperoleh dari petani- petani tradisional warga Bogor yang selalu siap sedia menjajakan wortel- wortel tersebut setiap hari libur. Seperti namanya, istana ini terletak di Bogor, Jawa Barat.

Walaupun berbagai kegiatan kenegaraan sudah tidak dilakukan lagi, khalayak umum diperbolehkan mengunjungi secara rombongan, dengan sebelumnya meminta izin ke Sekretaris Negara, c.q. Kepala Rumah Tangga Kepresidenan.

Rusa-rusa yang bebas berkeliaran di depan Istana Bogor

Rusa-rusa yang bebas berkeliaran di depan Istana Bogor

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Sejarah

Istana Bogor dahulu bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran”.

Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.
Baca lebih lanjut

Ramadhon dimata orang awam…..

Siklus selalu berulang, begitu pula yang namanya bulan puasa atau romadhon akan berulang setiap tahun. Begitu pula tahun 1429 hijriah ini. Pada bulan ini setiap muslim diwajibkan berpuasa satu bulan penuh. Puasa secara syariat adalah menahan diri dari makan, minum dan berhubungan seksual mulai terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Kenapa ya kok mesti ada puasa segala?? membikin badan lemes, tidak bisa konsentrasi maksimal, serta banyak lagi pengaruh fisik dibanding sehari-hari kala tak berpuasa.

Baca lebih lanjut

Tantangan itu Indah

Dalam menjalani proses hidup dan kehidupan ini sering, bahkan senantiasa kita dihadapkan pada masalah. Apa saja, mulai dari masalah rumah, masalah sekolah, masalah pekerjaan apa lagi. Pada umumnya adalah berawal dari hubungan  ( relationship ) antar sesama. Tetapi apapun bentuknya yang paling sering kita lakukan adalah salah dalam mensikapi masalah itu sendiri. Kita sudah kadung tidak suka menghadapi masalah, jadi begitu ia dateng kita sudah cemberut, hati kecut, kesal, dan kecenderungan untuk menolak. Kalau boleh mbok jangan dikasih masalah gitu pikirnya…………

Baca lebih lanjut

HTI, Produksi Pangan dan Alternatif lainnya.

Setelah carut marutnya pengelolaan hutan alam, kini bangsa Indonesia dalam pembangunan kehutannya mengharapkan lebih berkembangnya hutan tanaman industri ( HTI ). Beberapa kelas perusahaan HTI dalah untuk kayu pulp, sawn timber, rotan maupun yang bersifat hasil hutan bukan kayu ( HHBK ) seperti getah pinus, getah jelutung, kemenyan dan sebagainya. Paling menonjol saat ini di luar pulau jawa adalah HTI pulp. Karena daur pendek, jenis tanaman pioneer ( mudah tumbuh ), dan terintegrasi dengan industri. Ijin usaha HTI berupa Izin Usaha Pengelolaan Hasil Hutan Kayu Hutan Tanaman Industri dalam Hutan Tanaman ( IUPHHK HTI dalam Hutan Tanaman ), yakni izin usaha yang diberikan untuk memanfaatkan hasil hutan berupa kayu dalam hutan tanaman pada hutan produksi melalui kegiatan penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan, pemanenan dan pemasaran.

Jelaslah disini bahwa tahapan pembangunan HTI melewati penyiapan lahan ( Land Preparation ). Jika pembangunan HTI seluruh Indonesia ditargetkan 2,5 Juta hektar pertahun, maka sebesar itulah target penyiapan lahan ( land preparation )nya.

Baca lebih lanjut

” No bis placent ante omnia silva dan Indonesia Merdeka “

Tujuh belas agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka, nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia…M E R D E K A……….itulah sepenggal nyanyian pada saat aubade tujuh belasan dulu sewaktu kita sekolah. Merdeka berarti berdiri diatas kaki sendiri dan menentukan nasib tanpa bergantung kepada pihak lain. Dalam arti yang lebih luas, merdeka adalah memperbaiki hidup dan kehidupan bangsa ini dengan tanpa bergantung pada orang lain. Salah satu yang menentukan perbaikan tingkat hidup adalah kehutanan. Hal ini berkait erat dengan lingkungan, ” no bis placent ante omnia silva ” tidak akan ada kehidupan tanpa ada hutan.

Hutan didefinisikan sebagai assosiasi tumbuhan berkayu yang berada pada areal yang cukup luas dan menghasilkan iklim mikro yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya. Kenapa tidak ada hutan tidak akan ada kehidupan ??? hal ini berkait erat dengan fungsi hutan. Beberapa funsi hutan yang berkitan dengan manusia secara ringkas, adalah :

Baca lebih lanjut

Refleksi 63 Tahun Indonesia Merdeka ( Bag 2 )

Salah satu amanat yang dibebankan bangsa dan negara ini dituangkan dalam pembukaan UUD 45 adalah memajukan kesejahteraan umum. Amanat ini harus ditunaikan dengan sebaik-baiknya agar tujuan didirikannya bangsa dan negara ini bisa dicapai. Berawal dari zaman penjajahan dimana aspek-aspek fital perekonomian dikuasai oleh bangsa penjajah dan dinikmati sepenuh-penuhnya untuk bangsa tersebut. Hal ini menyebabkan perekonomian rakyat demikian sengsara menjadi kelas tiga ditanah airnya sendiri. Dengan segenap kesungguhan para founding fathers negeri ini memproklamirkan kemerdekaan tepat pada 17 Agustus 1945 atau 63 tahun yang lalu. Semburat sinar harapan akan hadlirnya kesejahteraan bagi warga bangsa inipun lahir bak mentari pagi yang sedang terbit sementara petani mengharapkan dan yakin akan datangnya siang.

Baca lebih lanjut

Refleksi 63 Indonesia Merdeka ( Bag I )

BAGIAN I

Bendera sang saka merah putih berkibar di bumi pertiwi, seakan bernyanyi riang menyongsong masa depan yang gilang gemilang. Tanah airku Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Zamrud katulistiwa, hijau, gemah ripah loh jinawi, sarwo tentrem kerto raharjo, thukul kang tanpo kinandur, bak penggalan surga. Hari itu 63 Tahun yang lalu berteapatan dengan tujuh belas agustus tahun empat lima. Dengan segala hiruk pikuk romantikanya diproklamirkanlah negara baru didunia ini yakni Indonesia. Tujuan bangsa ini sangat jelas bahwa….melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Baca lebih lanjut

Egoisme Negara2 Industri…………….

Isu lingkungan seperti global worming, emisi karbon, sampai kepada sampah yang tidak bisa didaur ulang meramaikan isu jagat alam raya ini. Negara-negara yang ” masih ” menyimpan hutan seperti Brazil, Indonesia terus diawasi oleh dunia agar hutannya bisa memberikan sebanyak-banyaknya oksigen bagi dunia ini. Diterapkanlah strategi politis seperti ” eco labeling, Sertifikat Pengelolaan Hutan Lestari, dan sebagainya ” agar mengurangi deforestasi. Tujuannya semua sama agar lingkungan hidup terus terjaga dengan adanya keseimbangan produksi oksigen ( O2 ).

Baca lebih lanjut

Jarak Tanam Optimal Acacia mangium

Disadur dari tulisan  ” Dian Lazuardi, dengan judul asli ” Optimalisasi hasil melalui pengaturan jarak tanam HTI Acacia mangium untuk produksi kayu pulp”.

Hasil sutau bahasan dan kajian dari prosiding seminar hasil penelitian Acacia mangium yang digunakan untuk bahan baku pulp khususnya pada aspek jarak tanam didapat hasil sebagai berikut :

Riap rata-rata maksimum ( MAI/ Mean Annual Increament ), merupakan salah satu indikator tercapainya suatu kondisi pemanfaatan ruang tumbuh maksimum (full-stock) suatu tegakan. Kondisi tersebut akan semakin cepat tercapai dengan semakin rapatnya jarak tanam awal. MAI juga merupakan salah satu kriteria penentuan daur ( daur fisik ). Berdasarkan MAI tersebut jarak tanam dikelompokkan menjadi 3 kelompok. Yakni : Jarak tanam rapat ( 2 x 2 m – 3 x 3 m ), Jarak tanam sedang ( 3,5 x 3,5 m – 4 x 4 m ), Jarak tanam lebar ( 5 x 5 m – 6 x 6 m ). Hasil analisis menunjukkan bahwa umur 8 tahun merupakan daur fisik optimum untuk tagakan dengan jarak tanam rapat dengan riap- masing-masing 39,5 , 39,9 , dan 33,5 ha/thn. Sedang untuk jarak tanam sedang MAI tercapai pada umur 12 tahun dengan riap 30.3 dan 21,2 M3/ha/thn.  MAI pada jarak tanam lebar akan dicapai pada 21,2 dan 17,4 m3/ha/thn. Hasil ini lebih menguatkan pendapat umum selama ini bahwa A. mangium untuk tujuan kayu pulp harus ditanam rapat dengan daur 8 tahun tanpa penjarangan. Jarak tanam lebar nampaknya hanya cocok untuk kayu pertukangan tanpa penjarangan dan jarak tanam sedang cocok untuk kayu pertukangan dengan penjarangan.

Baca lebih lanjut

Surat Terbuka untuk Menteri Pendidikan………..

Bp. Menndiknas yang terhormat,

Kami adalah salah satu orang tua murid yang tahun ini 2008 lulus dari Sekolah Dasar ( SD ), tentu saja sesuai dengan program pemerintah tentang wajib belajar 9 tahun, kami bermaksud melanjtkan pendidikan anak kami ke SMP. Dengan berbekal hasil UASBN ( Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional ) mendapatkan 26,1. Terdiri dari 3 mata pelajaran Matematika, Ipa, dan Bahasa Indonesia. Atau rata-rata 8,7. Dalam satu kelas nilai tersebut menduduki rangking ke 2. Baca lebih lanjut

Tambang dan Hutan…mana prioritas?????

Salah satu judul terbitan koran Tempo hari ini ” Pengusaha Tambang dipungli Pemegang HPH “, Jumat, 20 Juni 2008. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Departemen Energi dan Sumberdaya Mineral Simon F Sembiring mengaku mendapat laporan dari pengusaha pertambangan yang merasa dikenai pungutan oleh pemegang Hak Pengusahaan Hutan ( HPH ) di Kalimantan Tengah. Hal ini telah dilaporkan ke Departemen Kehutanan dan telah dimusyawarahkan dengan Asosiasi Pengusaha Hutan ( APHI )” Tapi tak ada tanggapan dari menteri. Hasil musyawarah juga nihil ” demikian statemen pak Dirjen yang dilansir oleh koran tersebut.

Baca lebih lanjut

TATA BATAS HUTAN dan PEMBANGUNAN HTI

Lanjutan berita HTI sebelumnya…..koran Tempo, kamis 19 juni 2008 merilis berita bisnis dengan judul ” 16 Perusahaan HTI investasi Rp. 33 Triliun “. Selanjutnya dikatakan 16 perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) telah lulus uju komitmen untuk menggarap lahan seluas 1,13 juta hektar di berbagai wilayah. Nilai investasi terbesar dipegang oleh PT. Selaras Inti Semesta ( Rp. 20 triliun ), dengan luas IUPHHK HTI seluas 250.000 Ha. Perusahaan itu akan memanfaatkan wilayah hutan sungai Biyan dan Kombe, Merauke, Papua…hal ini dikatakan oleh Direktur Bina Pengembangan Hutan Tanaman Departemen Kehutanan Bejo santosa.

Baca lebih lanjut

ASAL KATA ” PEMERINTAH “dan Mental Birokrasi.

Seringkali kalau kita ngumpul di waroeng kopi timbulah thema-thema diskusi yang tanpa rencana lebih dahulu. Biasanya bertema ekonomi, politik sampai pada head line news saat ini. Kali ini pesertanya kebetulan ada temen yang lahir dan besar  di Kepulauan Riau. Sekarang bertempat tinggal di Jakarta dan Menado. Punya bisnis di Papua Newgini. Sering berpelancong diluar negeri khususnya China dan Amerika. Satunya lagi temen pengusaha atsiri yang sudah bangkotan, jelajah Nusantara sudah pasti apalagi jelajah luar negeri khususnya India dan China. Tentu wawasan mereka cukup untuk didengar. benar banyak hal-hal yang sebelumnya aku anggap sepele ternyata cukup menggelitik.

Baca lebih lanjut

BODOL, BOTOL, BOBOL ( saduran dari Mbah Purdie, sang Empu )

Bodol, adalah salah satu kata dalam bahasa jawa, yang berari rusak. ” keranjange wis bodol ” berarti keranjangnya sudah rusak, robek, berlubang yang besar. Tetapi ” BODOL ” disini berupa singkatan, yakni Berani Optimis Duit Orang Lain. Istilah ini digulirkan oleh Purdie E Chandra, salah satu pendiri dan pengembang ” Primagama ” dan orang yang sangat getol menyebarkan virus enterpreneurship keseluruh antero tanah air dengan media ” Enterpreneur University “, Mbah purdie inilah yang telah melahirkan ratusan bahkan ribuan enterpreneur2 baru dalam rangka mencapai target 1 % penduduk Indonesia berprofesi sebagai wira usaha. Agar produktifitas nasional bangsa ini bisa terdongkrak.

Ajaran empu ini cukup sederhana BODOL, BOTOL dan BOBOL. Berani Optimis Duit Orang lain, berarti berani berutang. Jangan pernah usaha menggunakan uang sendiri. Gunakan uang orang lain. Ini salah satu prinsip usaha. Karena dengan menggunakan uang orang lain akan memaksa kita untuk all out kalau perlu mengeluarkan ” giant power “, maka lahirlah The Power Of Kepepet “. Selain memaksa kita bekerja lebih keras juga bisa memperkecil resiko. Nyawa bisa lebih banyak kata temen2 pemain game. Memang sih kita sering dihadapkan kalimat ” itu kan sulit “. Itu kalimat paling umum yang sering kita denger dan secara tidak sadar juga sering kita ucapin. Apa sih sulit itu ??? sulit itu ternyata ” karena kita belum tahu caranya ” kalau sudah tahu caranya maka tidak sulit. Mau contoh kalau kita main game, awalnya meskipun main pada level 1, sulitnya bukan main. Kita terus mencoba, ah ternyata lama-lama mudah. Kita naik ke level 2, begitu juga sulitnya bukan main…..terus kita mencoba ah ternya mudah dan kita coba ke level 3, akan menemui hal yang sama…………..tetapi kalau kita kembali ke level 1 atau 2 ah sangat mudah…………karena KITA SUDAH TAHU CARANYA……………….jadi sulit itu kalau kita tidak tahu caranya…………..tidak ada yang sulit didunia ini kalau tahu caranya.  Gunakan uang orang lain  dan lakukanlah…………….

Baca lebih lanjut

ASAP dan BUDAYA ” CARA BERBUDI DAYA “

Menjelang bulan kering seperti ini, ancaman polusi udara untuk daerah-daerah Sumatera dan Kalimantan mulai mengancam. Bahkan cakupan polusi tersebut telah sampai ke negeri jiran Malesia dan Singapura. Rakyat mereka dibikin sesak nafas dan pada sakit saluran nafas atas ( alias radang tenggorokan )……upaya prefentif dan kuratif telah dilakukan tetapi yang namanya asap kok ya tidak kapok-kapok selalu nongol. La wong beberapa hari lalu saja terpaksa penerbangan di bandara Supadio Pontianak dihentikan total karena jarak pandang yang kurang memenuhi syarat minimal, terhalang oleh asap.

Pemerintah sebagai regulator telah memasang jerat-jerat hukum. Pengusaha yang sedang membuka lahan ( land clearing ) dituding sebagai biangnya. Maka diancam dengan hukuman yang berat ( berdasarkan undang-undang lingkungan hidup ). Belum lagi kalau sempat terjadi merupakan makanan empuk bagi “pemeras-pemeras”. Upaya kuratif dibentulah SATGASDAMKARHUT ( Satuan Tugas Pemadam Kebakaran Hutan ) disetiap daerah untuk memadamkan api. Bahkan pasukan penjinak api dari negeri jiran banyak berdatangan untuk maksud serupa. Tapi sekali lagi kok asap tidak kapok-kapok….selalu penuh melayang layang diudara sehingga pandangan gelap, nafas sesak, matahari merah bahkan tidak kelihatan pokoknya serba tidak nyaman Baca lebih lanjut

PERUSAHAAN KOREA INVESTASI DI HTI

Direktur Bina Pengelolaan Hutan Tanaman ( BPHT ), DR. Ir. Bejo Santosa baru dilantik dalam hitungan hari, sudah melakukan uji kelayakan HTI untuk dua perusahaan Korea. Masing-masing jumlah investasinya adalah 70 juta Us $ dan 100 juta US $ ( Koran Tempo, 5 juni 2008 ). Hal ini membawa angin segar. Kita selalu dijejali oleh berita-berita yang sifatnya negatif. Mulai dari ilegal loging, asap yang sampai ke negara tetangga, sampai kepada penghentian tebangan dalam jangka waktu tertentu (moratorium tebangan ) dan masih banyak lagi yang semakin menambah deretan terpuruknya pengelolaan hutan. Belum lagi kontraversi tentang penyewaan lahan kehutanan untuk tujuan non kehutanan ( PP no 02 tahun 2008 ).

Baca lebih lanjut

BBM, BLT DAN INDONESIA

BBM ( Bahan Bakar Minyak ) adalah energi yang berasal  dari fosil yang bersifat irreversible resourchis. Jadi betul-betul hanya bergantung pada keberadaan sumber daya tersebut. Dalam arti cadangan yang disiapkan Tuhan di alam ini. Sementara secara umum umat manusia sangat bergantung kepada sumber daya ini. Bahkan bisa dikatakan tidak bisa hidup tanpa energi yang dihasilkan dari sumber daya alam ini. Karena hampir seluruh aspek kehidupannya menggunakan energi ini.

Tentu saja dalam kondisi demikian keberadaan energi ini sangat sensitif terhadap komunitas manusia baik ditinjau dari aspek pilitik dan ekonomi. Sementara sampai dengan saat ini energi yang dapat diperbaharui belum juga secara signifikan menggantikan energi yang berasal dari fosil. Padahal energi yang berasal dari fosil berefek negatif terhadap bumi secara global karena sifatnya yang melepaskan carbon ( gas emisi carbon ) yang sebelumnya terikat diperut bumi, Akibatnya terjadinya peningkatan suhu ( alias global warming/ efek dari rumah kaca ).

Baca lebih lanjut

Belajar Membangun Banyak Pintu…..

” Manusia Aku uji dengan kekhawatiran akan sedikit kekurangan makanan dan buah-buahan………” salah satu terjemahan bebas dari kitab suci Alquran. Selama kita hidup selalu dihantui oleh kekurangan harta. Kalau sekarang kita menjadi karyawan sangat takut sekali kena PHK ……..ntar gimana? Tau ah gelap…..semakin ketakutan menjadi jadi…….Begitu pula kalau kita seorang pebisnis yang hanya satu pintu pemasukan akan merasakan hal yang sama……kalau tiba-tiba bisnisnya goncang…..gimana ya?????

Jadi sebetulnya perasaan seperti itu sangat manusiawi karena rasa itu sudah ditempelkan oleh yang menciptakan kita. Tetapi sesungguhnya secara psychologis kurang sehat. Karena dalam kondisi yang demikian perasaan tertekan akan lebih mengemuka. Akibatnya daya kreatif dan inovatifnya tumpul bahkan cenderung sering melakukan kesalahan. Tentu kondisi begini juga mengurangi nilai kebahagiaan hidup, karena didalam hati selalu mengusik rasa ketidak tenangan.

Baca lebih lanjut

AMBIVALENSI………….

Di dunia ini selalu diciptakan berpasang-pasangan……..begitulah nas Tuhan. Ada siang ada malam, ada pagi ada sore, ada terang ada gelap, ada pria ada wanita, ada senang ada susah……masih banyak lagi kan….tambahin ajalah sendiri……….

Kenapa ya kira-kira Tuhan menciptakan begitu?? pasti ada sebab, tujuan, sasaran entah apalagi yang diluar jangkauan akal budi kita. Setidak tidaknya kita bisa menangkap bahwa tidak ada yang bersifat absolut ( mutlak ) kecuali Tuhan itu sendiri, Diluar Tuhan bersifat relatif ( Nisbi, semu, sementara, bisa berubah, wah banyak lagi……..)

Baca lebih lanjut

DIAGRAM “CARTESIUS ” DAN POSISI KITA

Diagram cartesius terbagi ke dalam empat kuadran. Masing-massing dibelah oleh dua sumbu. Sumbu x adalah penghasilan, sedangkan sumbu Y adalah perilaku. Perpotongan dua sumbu X dan Y ada di titik nol.

Dengan demikian terdapat empat kondisi :

Baca lebih lanjut

PERDAGANGAN KAYU TROPIS DAN RIMBAWAN KITA

 

Kita hari ini jumat tanggal 9 mei 2008, terbelalak oleh berita di salah satu media cetak harian dengan judul “ Waspadai Perdagangan Kayu Tropis Dunia “, yang membuat tercengang bukan judulnya tetapi data-data yang sangat “nggegirisi” data-data yang lansir oleh Direktur Eksekutif Greenomics Indonesia Elfian Efendi mengungkapkan, dari data Food and Agriculture Organization ( FAO ), tahun 2004-2007, “ Malaysia adalah pengekport kayu bulat tropis ( log ) terbesar didunia. Rata-rata ekspor kayu itu diatas 5 Juta meter kubik (m3) pertahun atau totalnya 20 juta M3 .”

Baca lebih lanjut

Iklan…Otak Kanan….Aneh….Cespleng

Aku sendiri pernah aktif di dunia marketing….tetapi tidak seaneh strategi-strategi jitu yang dikembangin oleh EU ( Enterprneur University ), kadang sampai tidak masuk akal…….atau bahkan tidak pake akal…..hehehehe…………………….Tapi hasilnya wow Luar Biasa…………hihihi……

Otak kanan yang sifatnya melompat-lompat tidak sistematis, sulit dipahami oleh otak kiri yang sistematis, teratur dan numerik………kadang-kadang membingungkan….ya kalau pusing pegangan tiang sambil mejem ya hehehe…………………

Tahukah anda bakmi ” Mbah MO ” yang sangat terkenal itu. Terletak dipinggiran Yogyakarta. Kurang lebih 15 Kg dari kota Yogyakarta. Tempat yang sangat sederhana, lincak panjang, meja….khas warung jawa…..sangat sederhana……tetapi yang datang wow penuh…..dan rata-rata bermobil ria alias golongan menengah keatas…..bahkan konon SBY dan para penggedhe suka makan di baki ” Mbah Mo “.

Baca lebih lanjut

Sembilan Cara Gila Jadi Pengusaha……..

  1. Ciptakan masa depan dengan masa depan………………………
  2. Pake otak kanan jangan otak kiri……………………..

 

Sifat Otak Kiri

Baca lebih lanjut

Senja Ini Masih Terang…………

 

Senja ini masih terang…………………………………………

Meskipun semburat merah menyala

Seakan menantang kan datangnya malam.

Langkahku gontai menelusuri jalan itu

Yang senantiasa ada mengikutiku

 

Baca lebih lanjut

HTI QUO VADIS

 

Isu lingkungan, isu deforestasi, isu ilegal loging sangat marak dewasa ini. Hampir seluruh head line media cetak maupun elektronik memuat hal tersebut. Manusia decekam oleh fenomena global worming. Suhu bumi yang terus meningkat karena efek rumah kaca, menipisnya ozon, penambahan terus menerus gas carbon dioksida ( CO2 ). Indonesia salah satu pemilik tropical rain forest menjadi sorotan dunia. Langkah-langkah masyarakat dunia telah bereaksi dan mengambil langkah-langkah antara lain dengan menerapkan eco labelling, sertifikat hutan lestari dan sebagainya. Tetapi semua itu masih belum mendapatkan hasil yang signikan.

 

Pemerintah dalam rangka reforestasi atau reboisasi melemparkan program GERHAN ( Gerakan Penanaman Lahan ) yang mengeluarkan kocek anggaran departemen kehutanan yang tidak sedikit. Sistimnya diperbaiki dibanding proyek reboisasi yang lalu. Mulai operatornya, sisitim manajemennya sampai pada teknis pelaksanaanya. Program yang telah 4 tahun berjalan, perlu dievaluasi lagi. Apakah cukup efektif seperti yang direncanakan. Karena penilaian hanya pada tahapan awal.  Yakni keberhasilan dari prosentase tumbuh tanaman. Selanjutnya belum jelas…..apakah ditengah jalan kebakaran, hama penyakit, tidak terpelihara, semua diserahkan pada masyarakat dan tidak ada evaluasi lanjutan.

 

Baca lebih lanjut

PERENUNGAN MAS BEJO

Bejo adalah nama khas jawa, salah satu etnis terbesar di negara adiluhung ini. Nama yang identik dengan nama pasaran. Dia dilahirkan ditengah dusun kepulauan madura, cuman dari kecil dia sudah hidup di sekitar kota solo. Wajahnya biasa-biasa saja, malah bisa disebut culun. Dalam usia 35 tahun, Bejo atau sering disebut mas Bejo ( oleh temen2 sekampungnya ) sedikit nervous alias gamang alias gugup dalam menghadapi kehidupan ini.

 

Sebetulnya aku hidup ini untuk apa??kenapa aku hidup??apakah aku sudah direncanakan untuk hidup??perencanaan seperti apa??kenapa aku hidup disini??kok tidak disana?? Kenapa saat ini ada orang menangis tetapi dalam waktu yang sama ada orang yang sedang tertawa terbahak-bahak??kenapa ada orang yang miskin, papa, susah sebaliknya ada yang kaya raya??kenapa ada orang yang lahir pinter, cerdas, sebaliknya ada orang yang bodoh, klowor, ora dongan, telmi???? Wah banyak banget kontradiktif-kontradiktif yang bikin puyeng. Tetapi aku ingin punya jawaban yang jelas, gamblang dan bisa diterima akal. Jarene mas Mahasiswa harus dapat jawaban yang Ilmiah dan Reseonable.

 

Baca lebih lanjut

Cash Flow Quadrant dan Interpreneur

Pada saat kecil kita sering ditimang-timang oleh orang tua kita, le (panggilan anak lelaki jawa ) kalau nanti kamu besar mau jadi apa? umumnya akan menunjuk menjadi doker, guru, tukang insinyur dan sebagainya….coba kita pikirkan kok tidak ada ya yang pengin jadi pengusaha gitu.

Dalam bukunya motivator dunia Robert Kyosaki ” Cash Flow Quadrant ” membagi profesi yang berkaitan dengan pendapatan menjadi empat quadrant ( Bagian ) yang masing-masing mempunyai kekhasan. Umumnya, caranya, hasilnya, konsekuensinya……dan sebagainya.
Baca lebih lanjut

Dialog Imajiner antara Mbah Sastro & Kiai Juned

Malam itu nampak hening aku sedang termangu diteras beranda depan rumah, semilir angin sepoi udara pegunungan gunung Salak seakan menyapaku dan mengucapkan salam, tiba-tiba dikanan kiriku sret…………dua orang makhluk hidup berupa manusia aneh, misterius kadang-kadang ngedap-ngedapi yakni mbah Sastro dan Kiai Juned.

Setelah shlolat begini mbah Sastro merasakan  apa ya mbah ?tiba-tiba kiai Juned membuka percakapan. We lha yo merasakan , bebas lepas tidak ada beban dan berharap ibadahku diterima dan diberikan pahala yakni berupa surga dan diajuhkan dari api neraka. ” Oh jadi sholat mbah Sastro terasa sebuah kewajiban gitu, kalau udah sholat rasanya enteng alias ringan tidak ada beban, terus ada harapan masuk surga gitu ” kiai Juned menoba menekankan kembali jawaban mbah Sastro. Jadi ibadah mbah Sastro seperti ibadahnya para buruh, yakni bebas kalau sudah melakukan kewajiban dan sekaligus seperti pedagang alias berjual beli dengan Allah, minta pahala dan surga dari ibadah kita. Lantas seperti apa? la wong jelas di Alquran begitu kok. Ayak-ayak wae…kata mbah Sastro. Tambah bingung aku. Yakin yang mana?entahlah…..tiba-tiba aku kaget mendengar suara  kiai Juned sedikit meninggi. ” itulah kalau mempelajari sesuatu apalagi alquran sebatas kulit tidak sampai dalam hakekat ( meminjam istilah filsafat sampai radixnya ). Untuk apa sih sholat ? emang kalau kita tidak sholat Allah rugi, sedih, maka kalau kita sholat akan dikasih hadiah berupa pahala dan sorga, dan sebaliknya kalau kita tidak sholat akan dihukum. Emang Allah maha penghukum dan pendendam……….Wah tambah bingung aku………..” itu semua merupakan gambaran salah. Menggambarakan Allah dengan serupa makhluk…..tidak-tidak……tidak begitu,  kiai Juned terus kayak peluru M16 ditembakkan tidak ada jeda sedikitpun. Terus apa dong kegunaan sholat. Betul sholat sarana untuk mengingat Allah tetapi sesungguhnya mengingat Allah itu tidak hanya pas sholat tapi any time sepanjang jantung kita berdetak kita senantiasa harus mengingat Allah. ” dan ingatlah Tuhanmu baik dikala pagi dan petang “. Kalau sudah setiap saat kita diharuskan mengingat, terus sholat bagian dari setiap saat itu. Jadi fungsi mengingat hakekatnya udah hilang. Banyak sekali makna dan kegunaan sholat tapi kalau diperas adalah sebagai perwujudan rasa syukur makhluk kepada khaliknya. Makna syukur harus diartikan secara luas. Manusia yang terdiri antara ruh dan empat unsur angin, api, air, dan bumi yang sejatinya adalah adam. Hilang salah satu unsur maka meninggallah manusia itu. Berpisahnya ruh dan raganya (kurungannya). Keberadaan empat unsur tersbut wajib disyukuri keberadaanya.
Baca lebih lanjut

Teguhseksiono’s Weblog

SELAMAT DATANG DI Teguhseksionos Weblog. Pendakian, Pergulatan dan Pergumulan Pemikiran tentang : Budaya, Hutan, Lingkungan, Bisnis Atsiri dan apa aja yang bersentuhan dengan hidup dan kehidupan ini……………..Terobosan, syukur tercipta pemikiran  revolusioner untuk perdapan umat manusia. 

BUMI MENJERIT !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Saham bumi pada manusia sesungguhnya mayoritas, ( kalau itu diistilahkan pada Perusahaan ).  Sudah seharusnya manusia mempunyai kewajiban memberikan deviden ( keuntungan yang dibagikan kepada pemegang saham) kepada bumi. Betapa besar kontribusi bumi pada kehidupan manusia, hampir tidak terhitung. Mulai sebagai tempat berpijak, tempat menumbuhkan kebutuhan-kebutuhan manusia untuk keperluan metabolisme, gravitasinya memungkinkan manusia tidak terlempar keruang angkasa, mineral yang dikeduk manusia, dan masih banyak lagi, tidak terhitung………………………..

Kalau bumi sebagai pemilik saham mayoritas kehidupan manusia, apa deviden  yang diberikan manusia kepada bumi ???? selain terus memperkosanya, menyakitinya, dan membuat dia sedih dan menderita. Betapa “absurdnya” tindakan manusia itu, ” air susu dibalas dengan air tuba “.

Kalau kita mengenal manajemen hutan jati, khusunya di jawa akan menjumpai istilah yang namanya “bonita”, yakni suatu indikator untuk standarisasi kesuburan dalam suatu unit manajemen hutan terkecil ( petak/anak petak ). Ternyata kenyataan dilapangan sudah jauh dari standart tersebut. Akibatnya SDH ( Sumber Daya Hutan ) semakin menurun. Hal tersebut karena pengelola hanya menitik beratkan pada produktifitas, produktifitas, produktifitas karena demi memenuhi target.

Penggunaan pupuk kimia ( an, Organik ) selain meningkatkan kadar keasaman tanah juga tidak memperbaiki struktur tanah. Akibatnya terjadi degradasi kesuburan yang luar biasa. 

Eksploitasi tambang yang saat ini sedang ramai-ramainya. Tidak saja menurunkan kesuburan bahkan perusakan yang luar biasa. Lubang-lubang yang menganga, sana-sini menjadi danau-danau kecil karena kemampatan aerase tanah. Sungguh meninggalkan rasa perih yang tidak terhingga.

Bukit yang terjal yang mestinya diteras sering dan ditanami pohon-pohon berkayu yang berakar dalam agar mampu sebagai “catchmen area”, banyak ditanami sayur-sayuran yang tidak mampu mencegah erodibilitas tanah. akibatnya erosi bahkan longsor……………korbannya manusia juga………………………….

Telah habis kali kesabaran bumi, isak tangis dan teriakan ngilu bumi tidak terdengar oleh manusia yang serakah dan pongah. Hati atau qolbunya mampat. Memang sih hanya orang yang hatinya bening yang mampu mendengar teriakan-teriakan bumi. Buki juga senantiasa bertasbih mensucikan namaNYA, memujiNYA dan membesarkaNYA. Hei manusia engkau dimana ????????????

   

KARYAWAN, GAJI DAN INTERPRENEUR.

Seiring dengan waktu, jumlah penduduk semakin meningkat, pendidikan para warganya pun begitu. Seiring itu pula permasalahan kehidupan semakin komplek, kompetisi semakin ketat. 

Dengan pertumbuhan 6.8 % target pemerintah tahun 2008, yang tidak diamini oleh lembaga-lembaga ekonomi dunia yang mematok 6.1 %. Bahkan mungkin bisa lebih rendah dari itu. Sementara pertumbuhan yang 6.8 % didorong sebagian besar pada aspek keuangan dan ITI ( dua aspek ini tidak bersifat padat modal bukan padat karya ) sehingga dari target setiap persen pertumbuhan akan menyerap tenaga kerja 400.000 orang, akan jauh dari perkiraan tersebut. Mungkin hanya separuhnya saja.

Bisa dibayangkan antara suplay demand employ akan tidak seimbang. Suplay demikian banyak sementara demand naik sangat sedikit. Akibatnya perusahaan mempunyai posisi bargaining yang kuat. Bagaimana mensiasati kondisi tersebut ?

Jawaban tidak ada kata lain, harus profesional dibidangnya. Seperti apakah profesional itu? profesional dari kata profesi = mata pencaharian yang ahli dibidangnya.  Menurut hemat kami kriteria menjadi ahli tidak saja mampu mengoperasikan/melaksanakan sesuatu saja tapi harus sudah mampu melakukan innovasi yang bersifat logic, rasional dan harus lebih efisien. Tetapi apa realitasnya ??????

Realitas yang kita temui dilapangan adalah begitu banyaknya “para profesional” yang tidak saja rendahnya standarisasi profesi tetapi semangat untuk belajar dan mengembangkan diri yang rendah. Sekedar menjalankan “tugas-tugas” harian. Lainnya EGP ajalah ” Emang Gue Pikirin “.  Kalau ini melanda para pekerja laki-laki ( bukan membedakan gender ) tetapi memang fakta di masyarakat laki-laki merupakan kepala rumah tangga dan tiang keluarga.  Bisa dibayangkan dinamika perusahaan yang diisi oleh orang-orang yang berkarakter demikian.  Lebih jauh lagi harapan naik gaji yang besar selalu membayang……wah. Gawatnya lagi karena waktu yang terus berjalan kemampuan yang stagnan, maka job telah maksimal sesuai dengan kemampuannya. Tidak dapat ditingkatkan lagi. Than so what gitu loh……………..pasti Perusahaan akan mencapai suatu titik over pricing dalam membayar tenaga kerja tersebut.

Jiwa interpreuner harus ditumbuhkan dari mulai kecil. Bukankah Islam juga mengajarkan interpreuner seperti yang dilakukan Rosulullah. Beliau menjadi seorang interpreuner yang berhasil. Jiwa interpreuner ini dimaksudkan tidak harus terjun ke wira usaha ( kalau berani itu lebih bagus ) setidaknya dihayati semangat dan keuletannya.  Seorang wiraswasta dipaksa untuk fight secara total untuk bisa survival, dipaksa kreative, innovative berdaya guna dan berhasil guna.

Kalau karyawan punya jiwa interpreuner yang kuat percayalah gaji tidak usah diharap-harap karena secara otomatis. Sebab siapapun yang mengkaryakannya akan puas dengan dedikasi, kemampuan dan tanggung jawabnya.

Mbah Sastro Menggugat !!!!!!!!!

Sedang enak-enaknya nongkrong di warung kopi, tiba-tiba sekelbat bayangan putih datang dan mengucap salam, ternyata yang datang mbah Sastro. Apa kabar mbah? sapaku. Sedih, kecewa, jengkel alias mangkel. Lo ada apa tho? aku pengin tahu.

Setiap jumat masjid penuh, tiap tahun kita memberangkatkan haji sampai kuota  yang 200.000 ( dua ratus ribu ) dari Arab Saudi tidak cukup. Tapi kok moral masyarakat ini kok tidak beranjak lebih baik. Coba untuk training ini menghabiskan berapa banyak duit. Kalau dihitung tiap jamaah haji plus segala macemnya mengahabiskan  tiga puluh juta rupiah ( Rp. 30.000.000) kali 200.000 orang maka akan habis 6 trilyun. Wah ngitung uangnya mungkin semalam nggak selesai. Itu pertahun lo. Kalau 20 tahun terus berapa?

Harusnya terjadi revolusi moral secara besar-besaran. Tidak hanya evolusi tapi ” REVOLUSI  MORAL “. Ini terjadi karena pemisahan antara dunia dan akherat. Sholat mah sholat tetapi maksiat jalan terus. Haji mah haji tetapi korupsi tidak pernah henti. Padahal Sholat, Zakat, Haji dan ibadah ritual lainnya adalah sarana training yang out putnya adalah moral alias akhlaqul karimah. Bukankah agama ini diturunkan untuk memperbaiki akhlak?

Coba kalau bener-bener mendirikan sholat pasti out putnya adalah  tercegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, disiplin, ulet, kerja keras, punya visi dan misi ke depan. Maksydnya ? aku minta dijelaskan lebih detail. Coba sholat 5 waktu yang sudah ditentukan waktu-waktunya, harus bersih, harus urut dan tertib sesuai rukun dan wajib sholat. Pasti orang yang mendirikan sholat pasti orang yang disiplin ( waktu ), 5 kali sehari ( kerja keras ), terus menerus ( ulet ). 

Kita harusnya tidak kalah dengan disiplin “boshido”nya orang jepang. Belum lagi haji….padahal salah satu yang ditekankan sebelum berhaji lihat tetanggamu yang berjarak 40 rumah. Apakah sudah kenyang ” tidak kurang beras “, anaknya sudah bayar SPP atau belum ( Maksudnya apa kuat bayar SPP ), dan sebagainya. Pokoknya menekankan sisi sosial.  Bahkan sering kita dengar ” ini haji kami yang ke sepuluh ” padahal dikanan dan kiri rumahnya ada tangisan anak yang kelaparan karena orang tuanya belum beli beras…….  

Budaya Menghargai Proses dan Materialisme

Sebagai anak bangsa kita merasa galau sedih dan malu mana kala melihat laporan hasil pemeringkatan ” yang jelek-jelek ” kita selalu mendapat rangking yang diatas. Misal negara terkorup di asia, negara dengan kualitas pendidikan terburuk, disiplin terjelek, lau lintas yang paling semrawut, dan sebagainya dan sebagainya.  What wrong ? bukankah kita bangsa yang punya budaya adi luhung, sopan santun, ramah tamah. Tidak ada kaitannya kata mbah sastro dalam suatu diskusi warung kopi.  Lo terus…..aku belum berucap mbah sastro sudah menimpali budaya merupakan kebiasan terus menerus yang dilakukan oleh suatu komunitas. Sedangkan komunitas merupakan kumpulan dari individu-individu yang punya persamaan.  Tambah bingung aku, cuma aku mencoba diam berusaha memahami apa maksud mbah Sastro. 

Sambil makan pisang goreng yang masih panas mbah Sastro menjelaskan ” akar permasalahan budaya yang jelek-jelek itu salah satu yang cukup dominan adalah karena kita-kita ini lebih menghargai hasil dari pada proses. Itu merupakan pemicu lahirnya materialisme ( mendewakan materi ). Mosok sih mbah ? mulutku begitu saja terbuka antara pertanyaan dan sanggahan.  Dengan kaki yang digerak gerakkan secara ritmis kayak kiai Sudrun ( meminjam istilah EMHA ) mbah Sastro dengan semangat menjelaskan.  Kalau dua orang datang ke sampean satunya memakai jas lengkap, memakai mobil mewah ” merk eropa “, sedangkan satunya lagi memakai kaos lusuh mobilnyapun hijet 1000 alias truntung, pasti sampean pertama kali akan melayani yang pake jas tho ? sampil nanya mbok Minah, tukang warung kopi. La iyo tho mbah, jawab mbok Minah. Lah iki padahal yang pakai jas  dan mobil mewah tadi dari hasil korupsi beras raskin ( beras untuk orang miskin) sedangkan yang satunya lagi adalah bos pemulung. Dia bekerja keras dengan timnya tidak saja mengembangkan ekonomi kerakyatan tetapi juga pengabdi lingkungan hidup cuma tidak pernah gembar gembor tentang daur ulang, sampah yang dibuang sembarangan. Camer ( calon mertua ) cais ( calon istri ) lebih bangga pada orang yang berjas tadi, pasti itu. Padahal kalau diterawang pake mata batin orang yang berjas tadi itu busuk. Apalagi bersentuhan mendekatpun aku tak kuat saking bau busuknya.  Lo mbah, bukankah orang yang berjas tadi itu parfumnya wangi pasti import tuh…………..goblok kamu kata mbah Sastro, dasar budaya instan, selalu hanya lihat kurungan tidak bisa melihat yang sejati…..ya begini ini bangsa ini sampai kapanpun ……katanya sambil menghilang dikegelapan malam……………

Pemerintah Belum Optimal Dalam Pengembangan Bisnis Atsiri

Bisnis minyak atsiri ( essential oils ) sudah berlangsung sangat lama di Indonesia. Bahkan sejak zaman penjajahan sudah ada. Akan tetapi pada umumnya masih dalam skala industri rumah tangga, masih sangat langka pemain-pemain ( baca Perusahaan ) besar menekuni bisnis ini.

Ada puluhan jenis atsiri yang bersifat komersial.  Beberapa jenis yang paling populer di Indonesia adalah Cengkeh hasil minyaknya Eugenol, Jahe dengan ginger oil, Pala menghasilkan myristic oil, Nilam dengan pachouly oil. dan masih banyak lagi.

Proses produksi atsiri ada cara yang diekstrak dengan solven tertentu dan dengan cara di suling. Secara prinsip hampir semua komponen produksinya adalah lokal tetapi marketnya ekspor. Salah satu contoh adalah pachouly oils kebutuhan dunia adalah 1500 Ton pertahun, 90 % adalah dari Indonesia.

Kalau kita berkesempatan jalan-jalan di pulau Kalimantan, betapa besarnya lahan-lahan tidur yang tidak produktif.  Sesungguhnya oportunity loss yang demikian besar.  Salah siapakah gerangan ?? satu sisi begitu banyaknya pengangguran baik tertutup maupun terbuka, kemiskinan yang masih demikian besar ( itupun memakai versi pemerintah, kriteria miskin adalah pendapatan dibawah 1 $. Apalagi menggunakan versi PBB yakni 2 $ perhari ), kredit konsumsi yang relatif besar.

Dari variable-variable diatas, mari kita tarik benang merahnya. Banyaknya lahan tidur yang tidak produktif merupakan sasaran utamanya. Sehingga akan merubah menjadi lahan produktif.  Modal didapat dari pengalihan sebagian kredit konsumsi ke sektor riil. Tentu saja dengan disederhanakan sistem untuk mengakses kredit tersebut. Teknologi tidak sulit karena bisnis ini bukan merupakan hight tec. Tetapi merupakan bisnis yang bersifat padat karya. Dengan iklim type A ( bulan basah lebih banyak dari bulan kering ) maka tidak berkesulitan untuk mengembangkan bahan bakunya.

Jadi jelaslah sesungguhnya tidak ada alasan apapun untuk tidak dapat mengembangkan pembangunan yang berdasarkan potensi daerah dan masyarakat setempat. Hanya dibutuhkan stimulan dari pemerintah dan pengelolaan lahan yang efektif dan tepat guna.

Kita belum berbicara bisnis turunannya. Yang terjadi saat ini adalah kita masih menjual bahan baku lantas dimurnikan diluar akan kembali ke Indonesia berupa produk murni yang harganya bisa puluhan kali lipat.  Contoh eugenol murni ( 90 % up ) merupakan bahan untuk saos rokok kita impor dengan harga perkilogram sampai puluhan juta rupiah.  Padahal pada saat bahan baku harganya hanya ratusan ribu rupiah. Begitu pula terjadi pada Nut Meg ( Pala ) Cristal, Pachouly oils dan sebagainya.

Kesimpulannya adalah banyak sekali yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mengoptimalkan potensi diri Bangsa ini yang demikian besar……..Kayu dan batu jadi tanaman……….kata Koes Plus.

Menanam rupiah memanen dollar…………………………..

Hutan Tanaman Industri Solusi Kehutanan Masa Depan

Akhir-akhir ini diRiau sangat marak berita di mass media tentang illegal loging. Semua memberi komentar tentang illegal loging tidak terkecuali pemimpin negeri ini pun memberikan tanggapannya. Masalahnya adalah kita sering kurang proporsional. Selalu ekstrem ke salah satu posisi. Pada saat ” awan dunia ” pada posisi lingkungan dengan instrumen “global warmingnya” semua akan bicara tentang lingkungan, pohon, hutan. Akhirnya akan bicara tentang stop penebangan tanpa melihat esensi masalah yang sebenarnya.

Kenapa kita tidak proporsional melihat sesuatu? selain aspek lingkungan, masih banyak aspek-aspek yang lain yang perlu dilihat, dikaji dan dipertimbangkan. Misal aspek ekonomi, sosial dan sisi kesejahteraan rakyat.

Bagaimana membangun hutan yang produktif dan lestari, serta menyokong fungsi lingkungan dengan ” global warmingnya “. Banyak sistim manajemen hutan yang bisa digunakan untuk mencapai visi, missi dan sasaran diatas.  

Hutan Tanaman Industri dengan sistim silvikultur THPB ( Tebang Habis Dengan Permudaan Buatan ) merupakan salah satu sistim yang bisa mengemban visi, misi dan sasaran diatas. Kenapa ?

Kalau kita bicara HTI yang lebih spesific peruntukannya adalah sebagai bahan baku pulp.  Selama ini negara yang lebih maju pengelolaan hutan untuk bahan baku pulp adalah negara-negara Eropa dan Amerika Serikat.  Padahal di negara-negara tersebut mengalami empat (4 ) musim. Sehingga umumnya jenis species yang digunakan adalah yang berdaun jarum ( Conifer ).  Species tersebut akan dorman (stop pertumbuhan ) pada musim dingin dan gugur. Dengan demikian MAI ( Mean Annual Increament ) maupun CAI ( Current Annual Increament ) akan lenih rendah dari negara-negara tropis seperti Indonesia. Apalagi curah hujan sebagian negara Indonesia termasuk type iklim A ( menurut scmith & Ferguson ). Berarti secara “competitive advantage” negara-negara tropis jauh lebih unggul dan efisien. Kekalahan kita hanya pada politik global.

Dengan cepatnya pertumbuhan HTI pulp di Indonesia pangsa pasar pulp dunia mulai terjadi kompetisi yang lebih ketat. Sehingga isue-isue mulai dilemparkan oleh negara-negara yang merasa tersaingi. Isue mengenai dumping kayu BBS ( Bahan Baku serpih ) sampai pada isue lingkungan dengan menggunakan jargon illegal loggingnya.

Jangan-jangan ramai-ramai di Riau ada pesan sponsornya ya??? hanya Allah yang tahu. Sekian dulu ya……………………………………………… 

    

TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Dengan mengucap rasa syukur kehadlirat Illahi Robbi, telah terbit Weblog ini. Kami akan mengupas masalah-masalah Hutan, Agribisnis khususnya atsiri (essential oils), Politik, Agama dan Sosial Budaya. MARI KITA RAMAIKAN JAGAT MAYA INI DENGAN SEMANGAT BERLOMBA=LOMBA DALAMKEBAIKAN.